Wisata Kraton : Monumen Perjuangan Gamel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Monumen perjuangan Gamel ini terletak di kampung Gamelan, kelurahan Panembahan. Kata Gamelan pada nama kampung tersebut bukanlah Gong dan teman-temannya yang merupakan alat musik tradisional di Jogja, tetapi kata Gamelan disini berasal dari kata “Gamel” yang berarti perawat kuda. Yap, jaman dahulu di kampung gamelan ini merupakan wilayah pemukiman bagi abdi dalem Kraton Yogyakarta yang bertugas untuk merawat kuda-kuda yang dimiliki oleh Kraton kasultanan Yogyakarta atau yang disebut dengan abdi dalem Gamel.

Monumen perjuangan Gamel ini dibuat sebagai bentuk ucapan terimakasih dari Sri Sultan Hamengkubuwono X  selaku raja kasultanan Yogyakarta untuk abdi dalem Gamel pendahulu kampung Gamelan dan Pejuang kemerdekaan Gamelan Lor.

Monumen perjuangan Gamel ini merupakan patung seorang abdi dalem yang sedang berusaha menjinakkan kuda dan juga beberapa relief yang menggambarkan cerita dan suasana jaman perjuangan.

Selain monumen perjuangan Gamel, di kampung Gamelan ini juga terdapat sebuah bangunan bersejarah berupa rumah. Bangunan tersebut merupakan rumah dari Almarhum KRT Danudipuro ( Bapak Djajengtutugo) dimana rumah tersebut memiliki sumbangan dan peran yang besar dalam membantu para pejuang pada peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 sampai detik-detik Yogya kembali yaitu tanggal 29 Juni 1949.

Pendopo dan bagian dalam rumah digunakan sebagai tempat untuk berkumpul para gerilyawan, sebagai dapur umum, dan tempat untuk mengatur strategi. Agar tidak menimbulkan kecurigaan bangsa penjajah, atas prakarsa dari warga kampung bernama Bedjaku dibagian belakang samping rumah didirikan warung sate “Puas”.

Rumah ini juga dijadikan markas para anggota sub WEHR KREIS (SWK 101) dari kesatuan TNI. Mengutip artikel dari Wikepedia Indonesia ,Wehrkreise memilik arti lingkungan pertahanan atau pertahanan daerah. Sistem ini dipakai untuk mempertahankan setiap wilayah kepulauan maupun provinsi, dan dipimpin oleh seorang komandan. Masing-masing komandan diberi kebebasan seluas-luasnya untuk menggelar dan mengembangkan perlawanan. Wilayah Wehrkreise adalah satu keresidenan, yang di dalamnya terhimpun kekuatan militer, politik, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Sistem Wehrkreise sama sekali meninggalkan sistem pertahanan linier. Sistem Wehrkreise ini kemudian disahkan penggunaannya dalam Surat Perintah Siasat No.1, yang ditandatangani oleh Panglima Besar Soedirman pada bulan November 1948.

rumah sate puas bila dilihat dari seberang jalan. Bangunan ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya gerilyawan untuk mengatur strategi dan sebagai dapur umum ( gal)

Saat ini, bekas rumah pendopo ini dijadikan sebagai kantor Balai pelestarian cagar budaya dan warisan budaya kota Jogjakarta. Jika kamu ingin mengunjungi monumen ini, dari plengkung wijilan kamu cukup berjalan sejauh 1 kilometer ke arah selatan. Letak monumen perjuangan gamel ini berada di pinggir jalan raya sehingga mudah untuk dilihat secara langsung.

By Galih Satria Hutama

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id