Supervisorku, Super Tidak Tahu

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Supervisor saya tidak mengerti produk kami…”, “Supervisor saya pengetahuannya kurang…”, “Supervisor saya tidak visioner…”

Betapa seringnya saya mendengar keluhan mengenai para supervisor yang kapabilitasnya dipertanyakan. Contoh sederhana; sepupu saya mengatakan, “untung sekarang big boss mengerti siapa sebenarnya yang salah mengirim barang-barang ke customer kami. Supervisor saya mengirim produk A, padahal yang diminta produk A1! Semua pengiriman dan faktur harus diulang. Sementara saya kan hanya melaksanakan saja.”

Kekurangmampuan seorang supervisor bisa menyebabkan berkurangnya efisiensi, kualitas, dan yang terparah motivasi para stafnya. Apa yang dialami sepupu saya di atas akan mengurangi efisiensi pengiriman barang dan menimbulkan pembengkakan biaya. Sementara seorang supervisor yang tidak memahami pentingya konsistensi dan kontrol akan menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan atau produk.

Bekerja di bawah para supervisor yang menyebabkan kita mengulang pekerjaan, yang tidak bisa mengembangkan kemampuan dirinya apalagi kemampuan stafnya akan menyebabkan demotivasi.

Jadi apa ya yang salah? Proses pemilihannya, proses promosinya atau pertanyaan yang lebih tepat “jadi siapa yang salah?”

Saya lebih cenderung melihat “proses pemilihan” atau “promosi” sebagai akar dari kekurangmampuan seorang supervisor untuk menunjukkan kinerjanya yang terbaik. Coba bayangkan jika si Pono, contohnya, yang sudah bekerja dengan baik sebagai room attendant selama lima tahun, selalu datang tepat waktu, selalu menuruti perintah supervisornya, dan adalah seorang serdadu yang baik tetapi tidak pernah dikirim untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kepemimpinan, tiba-tiba karena ketaatannya tadi dipromosikan menjadi seorang supervisor.

Apa yang akan terjadi? Saya yakin 90 persen teman-teman yang di bawah supervisi si Pono tidak akan belajar apa-apa dan dia akan memilih profil-profil yang sama untuk menggantikan dirinya suatu ketika nanti.

Apakah “baik” dan “patuh” merupakan kriteria sukses seorang supervisor? Tidak!

Saya percaya bahwa seseorang harus memiliki kualitas:
1. Drive atau pendorong
2. Komunikator
3. Pelatih

Kualitas pendorong diperlukan untuk membuat tim yang dipimpin bersemangat sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas yang ditargetkan dengan hasil maksimal. Jika tim diberi tugas yang banyak sekali, seorang supervisor dengan kualitas pendorong, akan dapat membuat skala prioritas dan menuntun timnya untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. Bahkan mungkin dia dapat memiliki inisiatif-inisiatif praktis yang mendongkrak kinerja timnya.

Seorang supervisor dengan kemampuan berkomunikasi yang baik akan dapat memberikan pengarahan yang jelas, sehingga timnya mengerti dengan baik apa, mengapa, dan bagaimana suatu tugas harus dilaksanakan. Hal ini tidak hanya membuat timnya merasa nyaman, tetapi supervisor yang bersangkutan akan merasa puas dan terbantu karena hasil kinerja tim adalah cermin kepemimpinan dirinya.

Tidak ada seorang pun di perusahaan kita yang dapat maju atau melakukan suatu tugas dengan baik tanpa pengarahan dan pelatihan sebelumnya. Apalagi, jika itu menyangkut jenis pekerjaan yang sangat spesifik seperti di industri perhotelan.

Oleh sebab itu, seorang supervisor yang dapat melatih timnya dengan baik merupakan pendongkrak kinerja dan motivasi timnya. Melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan, kelemahan, dan kekuatan tim dapat dideteksi oleh sang supervisor. Sehingga dia akan mengerti benar apa yang harus dipersiapkan atau diperbaiki untuk membuat kinerja timnya meningkat.

Supervisor yang tidak memiliki pengetahuan yang baik, supervisor yang tidak visioner, supervisor yang tidak mengerti produk bukanlah supervisor yang buruk. Mereka hanyalah korban dari proses pemilihan yang tidak tepat!

By Ade Noerwenda

About The Author

16 years experience in hospitality industry with the latest position as Director of Human Resources Malaysia, Indonesia, Singapore at Accor (2008-2014). Today, I build and manage Dinamis Indonesia, a Human Resources and Corporate Social Responsibility Consultant.

http://www.dinamisindonesia.com

Pelajari Juga Artikel Menarik Dibawah ini:

Supervisor: Your Role & Mission as A Supervisor 

Supervisor: Cara Memimpin Briefing

Supervisor: Your Role as a Trainer

Supervisor: Your Role as an Evaluator 

Supervisor: Your Role as a Problem Solver  

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id