Strategic Training Need Analysis

Hotelier.co.id – Training adalah hal yang sangat vital bagi keberlangsungan usaha perhotelan. karena, industri hotel adalah “industri orang” dimana perusahaan atau tamu mendapatkan keuntungan dari jasa pelayanan. Kunci sukses dibidang usaha ini terletak pada “KARYAWAN” karena mereka lah ujung tombak dari sebuah pelayanan.  Oleh karena itu, wajar bila hotel secara terus menerus mengembangkan karyawannya dengan angka investasi yang fantastis.

WHAT IS TRAINING NEED?
Training need merupakan “GAP”/kesenjangan antara expektasi dari “kompetensi” yang “diharapkan” dengan “kompetensi” yang telah “dikuasai”.

Biasanya, kebutuhan training akan ada bila:

  • Hotel anda memiliki strategi baru
  • Akan segera diaplikasikannya standard produk atau pelayanan baru
  • Hasil performa bisnis yang rendah 
  • Tingkat turnover karyawan tinggi
  • Tingkat pengeluaran perusahaan tinggi
  • Kepuasan tamu atau karyawan berkurang
  • Hasil nilai-nilai audit turun atau tidak sesuai dengan target
  • dan masih bayak lagi indikator-indikator lainnya.

Menyikapi pentingnya hal tersebut diatas, siapakah yang harus merumuskan jenis-jenis pelatihan? Jenis pelatihan seperti apa saja yang dibutuhkan? Siapa target pesertanya? Kapan dan dimana pelatihan akan dilakukan? Berapa besaran investasi yang akan Anda dialokasikan? 

Nah, ditulisan ini saya akan coba membahas satu per satu dari pertanyaan pertanyaan diatas.

TRAINING ADALAH PARTNER BISNIS
Training adalah hal yang sangat strategis, oleh karena itu semua orang dalam organisasi harus berperan aktif dalam menganalisa kebutuhan pelatihan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Dimulai dari CEO, Executive Director, GM, Department Head hingga jenjang Supervisor. Mereka semua bertanggung jawab dalam perumusan kebutuhan pelatihan di hotel yang mereka kelola.

Model Strategic Training Need Analysis ini sebenarnya saya kembangkan dari system “Balance Score Card” karya mbah Prof. Robert Kaplan. Prinsip dasar pada model ini adalah dengan menurunkan strategi perusahaan kepada level terendah lalu melihat “gap” dari kemampuan karyawan dalam menjalankan strategi yang akan dibuat. 

Dengan munggunakan tekhnik ini maka, kebutuhan training dibagi kedalam empat kelompok yaitu:

Level 1: Global Training Need Analysis

Khusus untuk hotel chain, level pertama ini dirumuskan oleh corporate level. Umumnya divisi corporate Human Resources akan berdiskusi secara intensif dengan CEO dan Corporate Board of Director untuk memetakan strategi korporasi yang akan dicapai, lalu melihat level keterampilan karyawan saat ini secara Global/group. Setelah itu, divisi Human Resource akan menyusun arahan untuk semua unit untuk melakukan pelatihan sesuai dengan topik yang telah ditentukan dan menganggarkan besaran investasi yang harus dikeluarkan.

Baca Juga: Contoh aplikasi Global Training Need Analysis. 

Level 2 Hotel Training Need Analysis

Kebutuhan pelatihan pada level ini dirumuskan oleh Human Resource bersama-sama dengan divisi lain dengan memetakan strategi hotel yang akan diraih. Umumnya, topik-topik yang ditentukan berhubungan dengan “Generic Training” yang dilakukan oleh departemen training atau dari pihak eksternal. Namun, topik-topik expertise seperti Revenue & Distribution, Bomb Threat, dan topik lainnya juga dapat dikatagorikan dilevel ini selama strategi hotel mengarah ke arah sana.

Baca Juga: Contoh aplikasi Hotel Training Need Analysis

Level 3 Departmental Training Need Analysis

Level ini umumnya disebut sebagai “Departemental Training”. Proses rujukan pembuatan topik-topik yang akan dibuat harus selaras dengan strategi pada  Level 1, 2, dan 3. Umumnya yang terjadi hanya copy & paste dari training plan sebelumnya dan hal ini hanya akan membuang-buang waktu dan energi karena belum tentu tepat dengan strategi yang dicanangkan. Proses perancangannya dilakukan oleh Supervisor bersama-sama dengan manager ditiap department.

Level 4. Individual Training Need Analysis

Pada level ini, umumnya seorang Talent Manager akan memetakan  antara strategi bisnis dan strategi pengembangan karir. Pada level ini umumnya dikaitkan dengan Talent Development Program.

Baca jaga: Aplikasi Individual Training Need berdasarkan Result

Kesimpulan:

  • Pelatihan adalah aktifitas yang sarat mengandung strategi, dari proses analisa kebutuhan harus betul-betul disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Pemetaan kebutuhan adalah dengan membuat korelasi antara Level 1 hingga Level 4.
  • Human Resource menjadi juru kunci atas suksesnya tujuan perusahaan.

Salam Jempolier!

By: Ikin Solikin | IHLC.co.id

Pelajari Juga Artikel Menarik di Bawah:

Peran Penting Supervisor Dalam Menunjang Kesuksesan Operasional Hotel

Supervisor: Cara Memimpin Briefing di Hotel

Cara Menerapkan Mode Cross Training di Hotel