Sikap Langka itu Bernama Disiplin

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – beberapa tahun lalu, saya sedang antre dengan tertib bersama-sama mobil lain untuk masuk ke jalan utama Solo – Yogya. Tiba-tiba sebuah mobil dengan plat nomor polisi “BK…” menyerobot dari jalur kanan yang seharusnya untuk kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Kemudian mobil tersebut sesudah menyerobot saya, memaksa untuk masuk ke jalur di sebelah kiri yang notabene sudah jalan tanah. Saya perhatikan, apakah dengan cara seperti itu mobil dengan pengendara ‘gila’ tersebut dapat menembus antrean lebih cepat? Ternyata, dia tetap berakhir di depan saya!

Bulan lalu, diundang oleh seorang staf ahli menteri, saya dengan patuh dan bersemangat memenuhi undangan tersebut. Jam disepakati dan saya datang lima menit lebih awal. Namun, saya harus menerima realitas pahit; menunggu 45 menit! Penantian saya berakhir sesudah saya SMS staf ahli menteri tersebut dengan mengingatkan bahwa saya ada meeting lain dan apakah saya bisa reschedule meeting tersebut. Ternyata beliau menerima tamu lain.

Pengalaman tersebut di atas mengingatkan saya akan apa yang saya alami beberapa tahun lalu pada saat saya memberikan pelatihan untuk team pre-opening hotel Accor di pulau Sumatera. Training dijadwalkan dari pukul 09:00 – 17:30 WIB. Peserta pelatihan adalah para staf yang datang dari berbagai departemen. Dan setiap hari ada 12 orang yang seharusnya duduk di sesi saya.

Hari pertama, jam sudah menunjukkan pukul 09:00 WIB. Saya hanya menemui lima staf dan mereka menyampaikan bahwa yang lain akan menyusul karena berbagai alasan operasional. Pukul 09:30 WIB, ada tiga staf lain yang datang.

Sesudah menunggu beberapa saat, saya berhentikan sesi saya. Kemudian saya hubungi General Manager hotel tersebut dan saya sampaikan bahwa hotel sudah berinvestasi untuk pelatihan tersebut dan jadwal sudah dikomunikasikan sejak satu bulan sebelumnya. Bahkan saya sudah menerima daftar nama peserta training di setiap sesi. Jadi apa masalahnya?

Saya beri pilihan ke General Manager tersebut bahwa saya akan kembali ke Jakarta hingga hotel siap untuk memenuhi jadwal yang disepakati. Opsi lain, saya break satu hari untuk memulai sesi di hari berikutnya dengan kesadaran yang lebih baik dari seluruh jajaran manajemen untuk memastikan sesi training bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Akhirnya general manager mengambil pilihan kedua.

Keesokan harinya, 30 menit sebelum sesi dimulai, saya temui 12 peserta sudah lengkap dan siap mengikuti training saya!

Disiplin merupakan kualitas diri yang tetap langka di negeri ini. Di tempat umum, kantor pemerintah maupun di perusahaan swasta, sering kita temui individu-individu yang tingkat disiplinnya sangat kurang. Bahkan tidak ada sama sekali.

Bagaimana kita bisa membentuk atau memperbaiki situasi ini, paling tidak untuk unit kerja kita sendiri? Exemplarity, exemplarity, dan exemplarity.

Saya dibesarkan di sekolah swasta, yang pintu gerbangnya sudah ditutup begitu waktu belajar dimulai. Guru-guru saya selalu memulai pelajaran dengan tepat waktu.

Saya belajar bahasa Inggris, dengan seorang Belanda, yang mengajarkan arti kerapian dan ketepatan waktu kepada saya, sehingga waktu belajar yang dialokasikan selama satu jam dapat digunakan secara maksimal.

Saya belajar bekerja di sebuah stasiun radio swasta yang menuntut para penyiarnya untuk mematuhi jadwal siaran yang sudah ditentukan. Setiap menit dan detik adalah penting untuk keberhasilan program.

Landasan-landasan tersebut sangat membekas pada diri saya dan membentuk kualitas disiplin saya. Meeting yang saya jadwalkan selalu tepat waktu dengan agenda yang jelas. Setiap program yang saya lakukan selalu memiliki tatanan waktu yang jelas dan tepat. Hal ini sangat membantu rekan-rekan kerja saya dan reputasi saya yang tepat waktu tidak terbantahkan. Perkataan-perkataan “kalau datang ke kelas Ibu Ade harus tepat waktu…, kalau meeting sama Ibu Ade harus tepat waktu…” sering saya dengar.

Akhirnya saya simpulkan bahwa DISIPLIN dimulai dari SESEORANG!

Jika Anda adalah seorang manajer atau supervisor, berilah contoh ke staf Anda apa artinya disiplin dengan datang tepat waktu, mematuhi aturan yang sudah dibuat, memulai meeting dengan tepat waktu, dan menghormati semua jadwal yang sudah disepakati.

DISIPLIN hanya akan berhasil jika diajarkan melalui CONTOH!

Mari bentuk dan tingkatkan kualitas disiplin di unit kerja kita dengan memulai dari diri sendiri !

By Ade Noerwenda

About The Author 

16 years experience in hospitality industry with the latest position as Director of Human Resources Malaysia, Indonesia, Singapore at Accor (2008-2014). Today, I build and manage Dinamis Indonesia, a Human Resources and Corporate Social Responsibility Consultant

http://www.dinamisindonesia.com

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id