Prosesi Miyos Gangsa oleh Kraton Yogyakarta

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Acara prosesi Miyos Gangsa (miyos gongso) atau keluarnya gamelan yang disemayamkan di komplek Keben menuju ke Pagongan yang berada di komplek masjid gedhe Kauman berlangsung pada pukul 23.00.

Iring-iringan  gamelan tersebut di mulai dari komplek Keben kemudian melalui Pagelaran Kraton, Alun-alun Utara, dan berakhir di masjid gedhe Kauman. Adapun perangkat gamelan yang dibawa ke Pagongan yang berada di area masjid gedhe Kauman ini ada 2 perangkat gamelan yakni Kyai Naga Wilogo dan Kyai Guntur Madu.

Menurut KRT Waseso Winoto salah satu  abdi dalem krido mardowo , Gamelan merupakan salah satu media dan sarana para Wali khususnya Sunan Kalijaga didalam menyiarkan ajaran agama Islam ke tanah jawa.

Sebelum diarak menuju masjid gedhe Kauman, Gamelan akan dimainkan oleh para abdi dalem kemudian dilanjutkan prosesi tradisi udhik-udhik atau menyebar uang koin pecahan Rp 100 – Rp 500 oleh keluarga Kraton yang pada malam tadi diwakili oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi selaku Putri dari Sri Sultan Hamengkubawono X. Prosesi tradisi udhik-udhik merupakan salah satu bentuk katresnan atau rasa cinta keluarga Kraton untuk rakyat Ngayogyakarta .

Masyarakat sangat antusias untuk melihat prosesi Miyos Gangsa (Miyos Gongso) walaupun dari pagi hingga berlangsungnya acara ini turun hujan.

Setelah diarak menuju Pagongan yang berada di komplek masjid gedhe Kauman, Gamelan Kyai Naga Wilogo dan Kyai Guntur Madu akan dimainkan secara bergantian selama seminggu kedepan hingga acara puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017.

Seperti apa prosesi Miyos Gangsa (miyos gongso) tersebut? tonton video diatas yap..

 

by Galih Satria Hutama

baca juga

Agenda event perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kraton Yogyakarta

 

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id