Pilih Pemimpin Hotel Yang Baik atau Tegas?

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id- Dalam sebuah diskusi, saya ditanya oleh seorang manager: Mana yang lebih baik: Menjadi seorang Manager yang tegas tetapi menghasilkan result yang bagus atau manager yang baik dan disukai oleh teamnya tetapi hasilnya biasa-biasa saja?

Merujuk pada pengalaman saya sebelumnya, saya melihat salah seorang manager yang baru saja mendapatkan promosi dan ditugaskan untuk melaksanakan banyak target dan menggantikan manager sebelumnya yang sangat baik hati dan sangat disayang oleh teamnya, maka saya melihat bahwa:

Kedua Jenis Perilaku Manajer tersebut, ternyata meraih hasil yang berbeda dari kepemimpinannya”

Berikut adalah ilustrasi kasusnya

Situasi Sebelumnya.

Singkat cerita, Manager yang baik hati ini merubah Jadwal Kerja yang telah ada, yaitu 5 hari per minggu menjadi 4 hari tanpa sepengetahuan pihak HRD.

Selain itu, karena terlalu baik, banyak sekali tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh karyawannya dibiarkan begitu saja karena sang Manager tidak suka berkonflik dengan teamnya. Hasilnya, departemen yang ia pimpin berjalan dengan segala “kompromi” dan “kebaikan hatinya”. Tapi patut disayangkan karena hasilnya biasa Saja.

Situasi Transisi

Manager kedua ini adalah Manager yang baru saja dipromosikan dimana ia terkenal sebagai pimpinan yang tegas dan sangat disiplin. Ia mendapatkan serangkaian misi khusus dari CEO untuk memperbaiki kualitas operasional dan disiplin kerja.

Dalam perjalannya, ia berhasil membongkar  banyak kasus dan berhasil membawa departemennya meningkat pesat. Ia membangun sebuah budaya kerja yang profesional, mengaplikasikan budaya Reward & Punishment secara seimbang, menyelesaikan berbagai masalah tata kelola Sumber Daya Manusia, mencapai KPI (key performance indicator) yang diberikan dan sangat dihargai oleh atasannya.

Dalam melakukan proses transformasi budaya kerja tersebut, ia banyak sekali mendapatkan serangan dari teamnya. Salah satunya: ia berusaha digulingkan dari posisinya sebanyak dua kali dalam kurun waktu enam bulan.

Sementara, Manager yang baik hati itu tetap saja menjadi Manager yang disukai dan memiliki sejarah dengan nama harum yang masih membekas bagi teamnya.

Jadi, yang mana yang terbaik? Apakah Manager yang baik hati atau yang tegas?

The Leadership Insight

Menurut yang saya yakini, kepemimpinan adalah sebuah seni. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka kepemimpinan adalah keahlian untuk membuat “karya yang bermutu“.

Jika merujuk pada kamus Merriam-Webster, maka:

Art is something that is created with imagination and skill and that is beautiful or that expresses important ideas or feelings”

Untuk menjadi pemimpin yang efektif, maka dibutuhkan ketrampilan, kematangan dan kepandaian dalam mengelola emosi untuk dapat memotivasi team,  sehingga sub-ordinate dapat mencapai sasaran kerja yang diberikan  dengan “bersemangat” dan “gembira” dalam proses menjalankan tugasnya.

Komposisi rumus terbaik antara berapa persen kadar kebaikan,  ketegasan dan berapa persen kadar empati yang diterapkan akan sangat bergantung kepada “situasi” yang dihadapi saat berinteraksi dengan anggota team.

Pada hakekatnya, people is unique dan setiap bawahan memiliki pandangan yang berbeda atas gaya kepemimpinan yang diharapkan. Sehingga, apresiasi yang diberikan bawahan akan tergantung kepada “selera” masing-masing individu.

Ada yang suka dipimpin oleh seorang manager yang baik, ada pula yang suka dipimpin oleh manager yang tegas, serta banyak juga yang suka dipimpin dengan kedua kriteria tersebut.

Untuk menyimpulkan topik kita, maka Anda dapat mempelajari banyak hal dari para maestro seni kepemimpinan seperti Peter F. Drucker yang percaya bahwa “your leadership is unique“. There is no one “leadership personality”.

Itu berarti, Anda memiliki banyak pilihan gaya kepemimpinan tetapi yang paling baik adalah temukan gaya Anda sendiri.

Jadi pilih mana? Manager yang baik hati tanpa Result atau mereka yang tegas dan membawa hasil?

By Ade Noerwenda

About The Author

16 years experience in hospitality industry with the latest position as Director of Human Resources Malaysia, Indonesia, Singapore at Accor (2008-2014). Today, I build and manage Dinamis Indonesia, a Human Resources and Corporate Social Responsibility Consultant.

www.dinamisindonesia.com

Pelajari Juga Artikel dibawah:

Soft Leadership Dunia Hotel

Pempimpin Jempolan

Leadership Cowboy

Leadership Babon

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id