Pilih Mindset Paling atau Saling?

hotelier.co.id – Pernahkah kamu mendengar celotehan teman kamu yang mengatakan: Kalau enggak ada saya enggak bakal bisa jalan? Ketika mendengar celotehan tersebut, Apa kesan kamu terhadap mereka?

Untuk menghadirkan pelayanan yang sempurna,  karakter karyawan hotel harus memiliki etos kerja sama yang kuat antar departemen dimana semua orang “saling” mendukung untuk tujuan yang sama.

Teorinya memang sangat “gampang” untuk diucapkan, namun kenyataannya tidak semua orang bisa melakukannya dari mulai level karyawan hingga pimpinan sekalipun. Alasannya simple yaitu: Ego Sentris dimana ia merasa “paling dibutuhkan” dibandingkan orang lain.

Jika mindset yang kita bangun adalah “Paling Penting”, maka disanalah kerusakan kekompakan lintas departemen dimulai, padahal kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri dan mengangap bahwa departemen kita lah yang paling penting dan dibutuhkan.

Contohnya:

Pada saat pre opening hotel, umumnya Training Departement akan bertindak untuk mengorganisir berbagai macam jenis pelatihan dari mulai: Generic Training, Safety Training, hingga pelatihan tekhnis seperti Property Management System. Coba banyangkan bila salah satu departement (Engineering atau IT) mengganggap enteng pekerjaan tersebut, Apa yang akan terjadi? Akankah training dapat berlangsung dengan baik?

Contoh lainnya dalam “mindset paling” misalnya:

  • Engineering merasa “paling penting”, bila tidak ada mereka maka hotel bisa mati beroperasi
  • IT merasa “Paling Penting” karena memiliki kontrol terhadap semua perlengkapan komputer dan system
  • Finance merasa “paling penting” karena kendali keuangan ada pada mereka
  • Operation (HK, FO, FBS, Kitchen) merasa paling penting karena yang melayani tamu dan memproduksi uang
  • dan lain sebagainya

Intinya, setiap orang memiliki peran dan fungsinya masing-masing dan pastinya mereka memiliki kontribusi untuk mencapai tujuan yang akan diraih. Oleh karena itu, mindset yang harus dibangun adalah “Saling” yaitu saling bantu membantu dan mendukung untuk satu tujuan yang sama. Mindset “Paling” hanya ada pada mereka yang “masih belum dewasa” dalam bekerja dan belum memahami sepenuh hati mengenai sebuah “Makna” dari Kerjasama.

Mindset “Paling” akan menimbulkan kesan bagi orang lain bahwa kita adalah seseorang yang egois, merasa punya power, dan merupakan benih-benih dari “sifat sombong” yang sangat tidak baik untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, supaya kita memiliki “mindset saling”, maka sebaiknya kita belajar bagaimana caranya untuk “berempati”, yaitu proses dimana kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan menindaklanjutinya dengan tindakan untuk membantu mereka. Membina hubungan kerja yang baik di hotel itu merupakan kombinasi dari penggunaan “Otak” dan “Hati”, maka gunakanlah kedua sudut pandang tersebut sebelum bertindak karena tindakan kita sangat berdampak kepada perasaan orang lain dan tujuan yang akan diraih oleh hotel, bukan tujuan individu.

Jadi pilih mana? Paling atau Saling? Yang mana yang akan kita terapkan?

Salam Jempol!

Ikin Solikin