Penerapan Booking Engine di Hotel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Setelah mengetahui hasil  akhir dari Auto Pilot Hotel Management Part 1, yaitu kemudahan dalam proses reporting dan monitoring kendali bisnis hotel, maka pada artikel ini akan dibahas penjelasan lengkap yang akan berfokus pada Segment Sales Force Engine yang dipecah menjadi dua bagian, yaitu InBound Sales Force (Full Digital Sales Force) dan Outbound Sales Force yang digunakan oleh tim Sales & Marketing dan Revenue & Distribution dalam mengelola Market Segment  yang datang melalui berbagai macam channel distribusi.

Pada artikel ini hanya akan dibatasi pada proses penerapan booking engine di hotel Anda.

Booking Engine berfungsi untuk mendatangkan pengunjung untuk mengkonsumsi produk dan layanan hotel melalui website dan mobile apps. Produk dan layanan yang dimaksud dapat meliputi pemesanan kamar, restoran, meeting room, paket-paket promosi dan aneka produk dan layanan lainnya.

Sebuah website akan tinggi traffic kunjungannya bila dikelola dengan benar, yakni konten yang terus diperbaharui, terhubung dengan social media, dan menerapkan konsep Buying Cycle Engine yang mampu membuat customer melakukan transaksi berulang kali melalui website Anda dengan berbagai kemudahan mendapatkan informasi menarik mengenai hotel Anda. Selain itu, website mampu mengkonversi prospect (pengunjung) menjadi  tamu yang menyumbangkan revenue bagi hotel. Memiliki dan menjual kamar melalui Booking Engine sendiri tentu lebih menguntungkan dibandingkan menjual via OTA karena besaran komisi yang terus mencekik. Lalu, bagaimana cara menerapkan booking engine ini di hotel Anda?

Pertama, tentukan apa strategi Anda? Apa tujuan Anda ingin membuat booking engine? Berapa target rupiah yang akan Anda hasilkan dari direct booking melalui website? Apa alat ukur yang akan Anda gunakan? Siapa yang akan mengendalikan    dan mengelola website tersebut? Kapan akan mulai di implementasikan? Bagaimana proses internalisasi dilakukan?

Semua pertanyaan diatas merupakan strategic planning sebelum Anda melangkah jauh atas keputusan yang akan Anda buat. Jawab pertanyaan tersebut sesuai dengan situasi di hotel Anda.

Kedua, tentukan pilihan-pilihan yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan booking engine Anda. Ada banyak pilihan, dari yang gratisan, murahan, system sewa, system bagi hasil atau jual putus. Tentunya setiap pilihan memiliki nilai keuntungan dan konsekuensi masing-masing dan berikut adalah langkahnya:

Poin 1: Gratisan

Ya, ini bisa gratis jika tim Anda memiliki orang untuk ngoprak-oprak coding yang disebut sebagai “Open Source”. Cari saja disini (https://sourceforge.net) dengan kata kunci “booking engine” pada kolom search yang tersedia. Namanya juga open source, bebas digunakan oleh siapa saja. Catatannya: bahasa pemprograman sudah banyak diketahui dan digunakan juga oleh orang lain, tingkat keamanan dan stabilitas system menjadi taruhannya.

Poin 2: Murahan, tapi mahal di support

Ya, murah. Tapi bukan berarti jelek, systemnya sudah banyak teruji dan digunakan oleh industri travel. Ini Open Source berbayar dimana pihak penjual akan memberikan semua kode pemprograman yang bebas Anda oprak dan sesuaikan. Coba search saja berbagai provider open source yang ada disini (http://www.capterra.com). Dikolom search, ketik Hotel Booking Engine. Harganya dimulai dari US$ 250 hingga dikisaran US$ 1500. System Open Source berbayar ini rata-rata tersedia dari industri travel yang mana masih banyak feature yang harus disesuaikan dan ditambah untuk menunjang keperluan “digital marketing”, dan “yield management”

Catatannya: setelah penulis mencoba  beberapa produk open source ini, rata-rata Back end interface untuk pengaturan rate plan (paket harga) dan ketersediaan kamar  kurang sesuai dengan kebutuhan dasar dihotel dan ketika di integrasikan ke system lain kurang stabil yang berpotensi error ketika load data datang bersamaan.  Selain itu, bila ada kerusakan harus bertanya kepada sang pembuat system dimana kita dibebankan biaya support tahunan dikisaran US$ 1000 hingga US$ 3000. Selain itu, ada tambahan biaya untuk integrasi ke system lain seperti Global Distribution System, PMS atau Channel Manager.

Kelebihannya, ndak usah repot-repot, tinggal install di Cpannel, set up database, ganti logo hotel, pasang foto-foto hotel, tambah diskripsi text tentang hotel dan bisa jrengggg tanyang dan siap jualan. Tangan dan otak pun bersih tanpa pusing-pusing karena semua sudah tersedia dalam platformnya. Major payment gateway juga sudah tersedia seperti paypall atau credit card, kecuali Anda ingin menggunakan payment gateway local seperti doku atau temen-temennya.

Poin 3: Sewa 

Ya, Anda bisa menyewa booking engine yang disediakan oleh provider. Anda tinggal terima beres saja, semuanya sudah dibantu provider mulai dari penyiapan hosting dan panduan untuk menyesuaikan layout website sesuai dengan brand Anda. Beberapa provider tersebut salah satunya adalah Siteminder dengan kisaran harga sewa US$ 59 per bulan untuk design website sesuai keinginan Anda (tampilan) dan US$ 39 untuk enginenya. Umumnya system sewa ini menawarkan integrasi ke berbagai system lainya seperti Channel Manager, property management system, dan Global Distribution System.

Poin 4 Bagi Hasil

Ada juga yang zero investment, yaitu system bagi hasil dimana sang pemilik system akan meminta komisi atas transaksi yang dihasilkan melalui enginennya. Besaran komisi tergantung kebijakan tiap provider dan jumlah hotel yang Anda miliki. Salah satu pemainnya adalah Fast Booking dan Staah. Catatannya: revenue Anda akan tergerus oleh komisi. Selain itu, alamat domain akan mengikuti domain mereka seperti hotelku.staah.com ketika proses konversi dilakukan. Jadi ya tidak 100% white label yang tentu saja berhubungan dengan tingkat kepercayaan terhadap brand. Hal ini juga berlaku untuk poin 2.

Point 5 Jual Lepas atau Design Sendiri. 

Ini artinya Anda akan invest dengan nilai besar diawal, namun mengurangi beban biaya operasional dikemudian hari. Anda bisa merancang alur, feature, design dan beraneka ragam fungsi sesuai kebutuhan bisnis Anda. Selain itu, Anda memiliki keleluasaan yang lapang ketika ingin menarik atau mendistribusikan data-data inventori Anda ke system lainnya. Proses auto pilot dapat Anda rancang sendiri, seperti:

Update Room Availibility, Rate Plan, atau data lainnya melalui Channel Manager sebagai pengatur distribusi dimana inventorynya diambil dari Property Management System. Memaksimalkan Yield Management, pengendalian distribusi penjualan, dan membuat rencana promosi secara real time dan otomatis. Ketika Anda ingin mengembangkan sendiri, Anda harus membuat tim IT sesuai bidang keahlihan masing-masing dengan durasi project antara 1 hingga 3 bulan. Tergantung besar kecilnya cakupan pekerjaan dan jumlah tim yang ada. Anda juga bisa menerapkan aplikasi Big Data pada alur system dan bahasa pemprograman yang memungkinkan Anda untuk menganalisa data-data terstruktur dan tidak terstruktur, lalu mengambil keputusan lebih akurat pada waktu yang tepat yang semuanya dijalankan otomatis oleh system.

Kesimpulannya, untuk tahapan Sales Force Engine, khususnya Booking Engine Anda dapat membuat Auto Pilot dengan budget terjangkau bila Anda sudah memiliki tim sendiri, jika tidak Anda bisa menghubungi konsultan IT untuk proses rancang bangun website Anda yang berbasis Buying Cycle Engine yang berfungsi untuk menciptakan demand dan mengkonversi prospek (pengunjung) menjadi clients. Anda juga dapat memutuskan untuk mencari dan mengembangkan bahasa open source tentunya dengan konsekuensi dan resiko yang sudah dijelaskan diatas. Atau, Anda juga bisa menggunakan system sewa dengan harga yang sangat terjangkau dan hanya hitungan hari dapat diimplementasikan.

Kuncinya, tentukan tujuan Anda dan ukur return on your software investment dengan sebaik-baiknya. Sehingga kemananan, kenyamanan dan tingkat keuntungan dapat diraih.

Kontributor:

ikin@IndonesianHospitality.com

Like & Share

One thought on “Penerapan Booking Engine di Hotel

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id