Pawai ogoh-ogoh, bukti kebhinekaan masyarakat Yogyakarta

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Dalam rangka menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada hari selasa 28 Maret 2017 , Panitia pawai budaya perayaan Nyepi DIY bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Pariwisata kabupaten Sleman menyelenggarakan pawai ogoh- ogoh.

Pawai ogoh-ogoh ini diselenggarakan di dua titik yakni di Kabupaten Sleman dan di Kota Yogyakarta. Untuk titik kegiatan pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Sleman, arak-arakan pawai dimulai dari halaman parkir Museum Jogja kembali dan finish di depan RSA Sakina Idaman untuk melanjutkan perjalanan ke Malioboro. Sedangkan untuk titik kegiatan pawai ogoh-ogoh di kota jogja, arak-arakan pawai dimulai dari halaman DPRD Provinsi DIY dan berakhir di titik nol kilometer.

Ada sekitar 25 ogoh-ogoh dari kelompok ogoh-ogoh komunitas hindu Bali di Yogyakarta yang berpartisipasi pada pawai ogoh-ogoh tahun ini,disamping itu acara ini juga diikuti oleh 43 komunitas seni dan budaya yang ada di Yogyakarta, dan 6 kesenian lintas agama.

Ogoh-ogoh yang ditampilkan meliputi Buta Kala Marica, Cakil ,Hirnyakasipu, Bandung Bondowoso, Bajang Merapi, dan Prabu Boko.

Warga masyarakat di kabupaten sleman dan kota Yogyakarta sangat antusias untuk menonton iring-iringan pawai ogoh-ogoh meskipun pada sabtu kemarin kabupaten Sleman dan kota Yogyakarta diguyur hujan.

Menurut Nyoman Chantiawan selaku koordinator pawai, acara ini mengusung toleransi antar umat beragama dan menjadi bukti kebhinekaan di Yogyakarta. Selain itu penyelanggaraan pawai ogoh-ogoh ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu event kebudayaan tahunan di DIY .

Di Kota Yogyakarta, masyarakat yogyakarta dan wisatawan sudah memenuhi jalanan di sepanjang kawasan pedestrian Malioboro sebelum acara pawai ogoh – ogoh ini dimulai . Untuk keamanan penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh ini pihak kepolisian dari Polres Kota Yogyakarta dibantu oleh Tim Jogoboro dari UPT Malioboro melakukan patroli siaga di sepanjang kawasan pedestrian Malioboro.

Setelah berlangsungnya pawai ogoh-ogoh ini,masyarakat hindu Jogjakarta akan menyelenggarakan Tawur agung Kesanga atau Puncak perayaan Nyepi di Candi Prambanan pada hari senin tanggal 27 maret.

Salah satu boneka ogoh-ogoh berbentuk buta (raksasa) yang ditampilkan pada pawai ogoh-ogoh (sumber : Info Cegatan Jogja)
Salah satu boneka ogoh-ogoh berbentuk buta (raksasa) yang ditampilkan pada pawai ogoh-ogoh (sumber dokumentasi : Anggota komunitas Info Cegatan Jogja)
Salah satu komunitas budaya di Yogyakarta menampilkan kaerta Sri Krishna di acara pawai ogoh-ogoh (sumber : dokumentasi Herdias Oktoarino/ anggota Tim Jogoboro)
Salah satu komunitas budaya di Yogyakarta menampilkan kereta Sri Krishna di acara pawai ogoh-ogoh (sumber  dokumentasi : Herdias Oktoarino/ anggota Tim Jogoboro)

 

Kontributor

Galih Satria Hutama

Like & Share

One thought on “Pawai ogoh-ogoh, bukti kebhinekaan masyarakat Yogyakarta

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id