Menggunakan “Opaque Pricing”

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Pernahkah Anda mendengar tentang “Perang Gerilya”? Iya, Perang yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi yang umumnya dilakukan pada “malam” hari saat musuh sedang “lengah” sehingga lawan kita akan kesulitan dalam menebak gerak-gerik kita.

Lalu, apa kaitannya dengan bsinis hotel?

Itulah serunya bisnis dibidang perhotelan, banyak sekali saluran distribusi yang bisa kita gunakan; ada yang secara terang-terangan dalam memberikan harga kepada para potensial customer ada pula yang sembunyi-sembunyi. Memasang Harga secara sembunyi-sembunyi tersebut disebut sebagai Opaque Pricing. 

Lalu, Bagaimana cara kerja dari Opaque Pricing ini, Apa Manfaatnya dan Kapan Harus Menggunakannya?

Opaque Pricing adalah harga dengan diskon khusus yang diberikan kepada tamu atas jumlah inventori kamar, tiket pesawat atau rental mobil yang masih belum terjual. Channel distribusi untuk memasang Opaque Pricing contohnya adalah: Priceline.com atau hotwire.com.

Hotel dapat “mengobral harga” kamarnya sesuka hatinya dimana tamu hanya dapat melihat “peta” lokasi hotelnya saja, sedangkan “Nama Hotel” disembunyikan dan baru akan diperlihatkan setelah tamu selesai melakukan proses pemesanan. Keuntungan bagi hotel adalah: Tamu yang sudah memilih hotel dan membeli kamar tidak dapat melakukan Refund atau Cancel setelah mengetahui nama hotelnya. Asyik kan?

Berikut adalah contoh aplikasi dari penerapan “Opaque Pricing” yang kami ambil dari Priceline.com

Exhibit 1: Opaque Pricing application. Source: Priceline.com

Ketika memasukkan kata kunci “Jakarta” pada kolom pencarian dan memilih “Tab Express Deal”, maka Anda akan disuguhkan pilihan hotel dengan harga yang “wah” tanpa Anda harus tahu “Nama Hotel” yang akan Anda beli dan hanya diwakili dengan kalimat:“5 Star Condo” atau “5 Star Hotel” saja. Anda juga hanya mendapatkan “gambar peta” lokasi dimana hotel tersebut berada, contohnya seperti pada exhibit 2 dibawah ini:

Exhibit 2: Opaque Pricing with Hidden Hotel Name and Address. Source: Priceline.com

Lalu, kenapa harus menggunakan Opaque Pricing dalam distribusi inventori kamar yang belum terjual?

Opaque Pricing sangat cocok Anda pilih sebagai jalur distribusi untuk “mengobral harga” secara sembunyi-sembunyi. Yaitu: Sembunyi dari Kompetitor, Sembunyi dari Pihak Ketiga seperti OTA dan sembunyi dari Tamu.

Sudah bukan rahasia umum bahwa “perang harga” memang sudah dimana-mana karena memang supply kamar terus naik ditambah lagi promo-promo OTA yang membuat kesan dan stigma bahwa: “Hotel Siapa yang memasang “harga murah”, maka dia yang menang”. Bahaya…. karena jika “hotelnya murahan”, maka “kualitasnya” dipertanyakan. Pasti banyak saving kanan kiri yang berdampak terhadap pelayanan.

Jika mindset seperti ini yang dibangun, maka kita akan kembali ke “Era Revolusi Industri” dimana siapa yang mampu memproduksi banyak dan mampu memberikan harga murah, maka ia mampu bertahan dalam bisnisnya. Padahal, sekarang sudah eranya Marketing 3.0 yaitu pendekatan penjualan dengan menekankan kepada New Wave of Technology, kolaborasi dan spirit untuk untuk memberikan “values” kepada para pelanggannya. Harga memang sangat sensitif, namun jika cara “mengobralnya salah” maka dampaknya jangka panjang dan sembuhnya lama.

Link selengkapnya tentang Marketing 3.0 silahkan dipelajari disini yah: (http://bisniskeuangan.kompas.com)

Lalu, Apa manfaatnya ketika kita menggunakan Opaque Pricing?

  • Brand Integrity: karena nama hotelnya tidak kelihatan dalam propses pencaharian, walaupun harganya di obral, maka tidak semua orang tahu  dan menghilangkan image bahwa hotel Anda “murahan”.
  • Hotel dapat menjual kamar yang tidak terjual dengan saluran khusus dan tidak berbenturan dengan kesepakatan harga yang telah dibuat dengan Pihak Ketiga. Misalnya: Klausal Kontrak dengan OTA yang menyatakan bahwa “harga disemua channel distribusi harus sama, atau  harga pada OTA yang bersangkutan lebih murah dibanding kompetitor mereka. Jadi, dengan demikian maka Anda akan terhindar dari “Disparity” dan terhindar dari semprotan OTA atau dari Pihak lain seperti: your corporate office yang sangat concern dengan “Rate Parity”.
  • Ketika demand sangat rendah, maka Opaque Pricing akan sangat membantu Anda untuk mengisi hotel Anda.

Jadi, masihkah Anda “mengobral” inventori kamar Anda secara terang-terangan di channel OTA, wesbite Anda atau secara Gerilya dengan Opaque Pricing? Pilihan ada pada hotel Anda masing-masing. 

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Pelajari Juga Artikel Menarik Dibawah ini:

Konversi Direct Booking Dengan Meta Search Engine

Bagaimana Cara Kerja Digital Distribution Channels di Hotel? 

Peta Distribusi Penjualan Global 

Intro to Fundamental Revenue Management 

Price WAR, Kapan Berhenti?

Revenue Management Key Indicators 

OTA vs Direct Booking

Analytic: Pilih Occupancy Tinggi atau ADR?

Channel Manager Sebagai Alat Kontrol Distribusi 

Dua Strategi Umum Dalam Dunia Perhotelan

Beban Biaya Apa Saja Yang Ditanggung Oleh Hotel?

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id