Mengetahui Jenis Jenis Liabilitas Di Hotel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id- Liabilitas atau kewajiban adalah kewajiban perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, peyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya hotel yang mengandung manfaat ekonomi.

Macam-macam liabilitas (kewajiban/utang) dibagi menjadi dua bagian berdasarkan jangka waktunya, yaitu:

Pertama, Liabilitas jangka pendek hotel, yaitu kisaran waktu pembayaran kurang dari 1 tahun. Contohnya: Utang terhadap supplier, Utang wesel  jangka pendek (3 bulanan) dan utang pajak

Kedua, Liabilitas jangka panjang hotel, yaitu kisaran waktu pembayaran lebih dari 1 tahun. Contohnya: Utang terhadap bank, utang hotel kepada Owner (kalau ada), utang terhadap perusahaan finance apabila pembelian kendaraan dilakukan secara kredit.

Salah satu liabilitas jangka pendek adalah utang terhadap supplier. Mengapa muncul utang terhadap supplier? Karena tidak semua pembelian yang dilakukan oleh unit hotel dibayarkan secara cash, ada beberapa pembelian yang dilakukan secara kredit terlebih jika nilai nominal transaksi tersebut sangat besar. Tujuannya adalah agar aliran kas di hotel dapat diatur secara baik.

Utang terhadap supplier ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

Perjanjian jual-beli / perjanjian kerjasama

Sebelum melakukan pembelian ke supplier,setiap unit hotel haruslah membuat perjanjian jual beli ataupun perjanjian kerjasama yang mengikat antara unit hotel dengan supplier tersebut. Perjanjian tersebut bertujuan agar masing-masing pihak tidak merasa dirugikan dan juga sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Komitmen unit hotel terhadap supplier adalah Pembayaran yang tepat waktu dan adanya kepastian didalam melakukan pelunasan atas hutang tersebut, sedangkan komitmen supplier adalah memberikan dan menyalurkan barang/bahan yang dibutuhkan oleh hotel sesuai dengan kualitas dan standard yang telah ditetapkan oleh hotel.

Kontrak harga

Kontrak harga dibutuhkan agar unit hotel dengan supplier tidak dirugikan akibat harga barang yang fluktuatif di pasaran. Kontrak harga ini adalah harga yang sudah disepakati antara unit hotel dengan Supplier, akan tetapi harga tersebut tidak jauh melebihi harga barang di pasar. Contohnya: Harga 1 kg garlic (bawang putih) yang ditawarkan oleh supplier adalah Rp 17.500, sedangkan harga pasar untuk 1 kg garlic (bawang putih) adalah Rp 14.700. Untuk kontrak harga dibuat lebih dari Rp 14.700 dan kurang dari Rp 17.500 , misalkan saja disepakai harga untuk 1 kg garlic (bawang putih) adalah Rp 15.700. Sehingga apabila terjadi kenaikan harga di pasaran, misalnya menjadi Rp 15.000, Supplier masih tetap mendapatkan keuntungan dan harga tersebut masih bisa dijangkau oleh unit hotel

Jangka waktu pembayaran

Jangka waktu pembayaran ini sangat penting untuk disampaikan sebelum terjadi transaksi utang terhadap supplier, agar pihak supplier mengetahui kapan harus menagih pembayaran ataupun pelunasan ke unit hotel. Biasanya untuk jangka waktu pembayaran yang ditetapkan oleh unit hotel adalah 30 hari, pembayaran sendiri bisa dilakukan sebanyak 2 kali (14 hari pertama untuk pembayaran separo, 14 hari kedua untuk pelunasan).

Liabilitas jangka pendek yang sudah sangat besar nilai nominalnya dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya pembayaran bahkan lebih ekstrim lagi terjadi kegagalan pembayaran oleh pihak hotel. Kegagalan bayar atau tidak terpenuhinya pembayaran terhadap hutang jangka pendek tersebut dapat mengakibatkan jatuhnya image unit hotel di mata supplier lainnya, sehingga agar tidak terjadi kegagalan bayar terhadap hutang supplier, pihak hotel akan melakukan pinjaman uang ke bank ataupun ke pihak owner (pemilik hotel) untuk mengisi kas yang dikelolanya agar mampu untuk melakukan pembayaran ke supplier.

Pinjaman tersebut dinamakan liabilitas jangka panjang. Mengapa demikian? Karena dengan jumlah pinjaman yang sangat besar (misalnya lebih dari 1 Milyar ) maka tidak mungkin pihak hotel dapat melakukan pelunasan selama 1 tahun tersebut, sehingga termin atau jangka waktu pembayarannya pun diperpanjang lebih dari 1 tahun. Dengan termin yang panjang tersebut pihak hotel dapat mengatur aliran kas nya untuk melunasi hutang tersebut dan bisa digunakan untuk membayar biaya-biaya utilitas seperti listrik, telepon, internet.

Pertanyaan selanjutnya, Bagaimana cara menilai liabilitas yang harus dibayarkan oleh hotel agar tidak terjadi gagal bayar? Caranya yang sederhana adalah “membandingkan” total nilai aset hotel dengan “total liabilitas” yang harus dibayarkan dan dilunasi oleh unit hotel. Apabila total nilai liabilitas lebih besar dari total aset yang dimiliki oleh hotel, maka bisa dikatakan bahwa unit hotel akan mengalami “gagal bayar” terhadap liabilitas tersebut.

Ibaratnya hari ini penulis punya aset berupa uang di dompet sebasar Rp. 10.000, sedangkan teman dari penulis menagih uang yang dipinjam dua hari sebelumnya oleh penulis sejumlah Rp. 50.000, dengan demikian penulis hanya bisa melunasi pinjaman tersebut sejumlah Rp. 10.000 dari uang pinjaman Rp. 50.000. Sehingga, penulis mengalami gagal bayar untuk melunasi sisa uang Rp. 40.000 milik teman penulis yang dipinjam.

Itulah jenis jenis liabilitas yang harus dibayarkan oleh unit hotel tersebut. Jadi, liabilitas merupakan salah satu komponen di dalam kegiatan pengoperasionalan bisnis tanpa terkecuali bisnis perhotelan. Adanya liabilitas juga bisa menyeimbangkan dan menstabilkan aliran kas yang dikelola oleh unit hotel dengan catatan nilai dari liabilitas tidak lebih besar dari nilai aset yang dimiliki oleh hotel.

Salam Jempolier!

By: Galih Satria Hutama

Pelajari Juga Artikel di bawah ini:

Mengetahui Jenis-Jenis Aset Hotel

10 Langkah Pencatatan Transaksi Pembelian Kredit

Mengenal Posisi Kerja Sebagai Staff Hutang

 

Like & Share

One thought on “Mengetahui Jenis Jenis Liabilitas Di Hotel

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id