Mengenal Meta Search Engine di Hotel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Sebagai hotelier tentunya kita pernah melihat seperangkat alat penjualan seperti Brosur atau Flayer yang ditata dengan rapih dalam sebuah folder atau ditempatkan di meja resepsionis?

Pertanyaannya: Bagaimana Anda mengukur berapa banyak tamu yang telah melihatnya? atau berapa banyak tamu yang telah membeli produk Anda melalui alat promosi tersebut?

Nah, dalam hal ini mendistribusikan informasi hotel Anda secara digital jauh lebih mudah untuk dikendalikan dan diukur dibandingkan dengan yang non digital.

Dalam artikel ini kita akan fokus untuk memahami apa sih yang dimaksud dengan Meta Search Engine atau disebut juga sebagai Travel Aggregator?

Meta Search Engine adalah situs yang digunakan bagi tamu untuk mencari kamar hotel, tamu juga dapat membandingkan “harga” dari berbagai channels distribusi baik dari hotel secara langsung mapun dari sumber lain. Selain itu, mesin ini digunakan untuk membandingkan berbagai ulasan pelanggan.

Bentuk tampilan antara Meta Search Engine dengan Online Travel Agent (OTA) hampir mirip, namun fungsi dan model bisnisnya berbeda.

Dalam proses transaksi dalam OTA, semua proses dari mulai mencari hotel, tanggal check in dan check out hingga proses pembayaran berada pada tampilan OTA. Sedangkan Meta Search Engine memberikan banyak pilihan harga dari sumber yang berbeda dan ketika tamu memilih “harga” pada channel distribusi tertentu, maka tamu langsung akan diarahkan ke website yang dipilih.

Meta Search Engine sangat membantu para tamu potensial untuk membandingkan “harga” hotel dari sumber saluran distribusi yang berbeda. Sehingga, proses pengambilan keputusan bagi tamu untuk membeli kamar Anda menjadi lebih cepat.

Berikut adalah contoh tampilan dalam Meta Search dan keterangan lebih rinci dari beberapa Meta Search raksasa yang tersedia dipasar global saat ini:

Exhibit 1: Kayak Meta Search Engine. Source: Kayak.co.id

Contoh pertama adalah dari Kayak.co.id, ketika kami memasukkan kata kunci “kota Jakarta Pusat”, maka Kayak menampilkan beberapa pilihan hotel. User dapat menyortir hotel dari Tab (Dianjurkan, Harga, Jarak) atau user juga dapat memfilter hotel berdasarkan klasifikasi bintang, Peringkat Ulasan dari tamu, Range Harga dan Fasilitas yang diberikan oleh hotel.

Pada contoh diatas, kami memilih Keraton at The Plaza, pada gambar (poin 1) adalah harga yang ditawarkan oleh “hotel secara langsung” kepada user, sedangkan  pada (poin 2) adalah pilihan harga yang diberikan oleh Pihak Ketiga seperti Expedia, Agoda.com dan Hotel.com yang merupakan OTA.

Ketika link harga dari “direct channel” tersebut di klik, maka user akan diarahkan ke website milik hotel yaitu: http://starwoodhotels.com 

Exhibit 2: TripAdvisor Meta Search Engine

Pada Exhibit 2 diatas adalah situs dari https://www.tripadvisor.co.id/Hotels, ketika kami memilih mencari dengan kata kunci “Hotel Di Jakarta” maka muncul beberapa pilihan hotel. Cara kerjanya sama dengan kayak.co.id.

Dalam Exhibit 2 diatas website milik Shangri-La Hotel Jakarta (direct channel) menetapkan harga lebih murah ratusan rupiah saja dibandingkan dengan OTA seperti booking.com, Ctrip.com, atau hotels.com.

Exhibit 3: Trivago Meta Search Engine

Trivago adalah contoh ketiga dari Meta Search Engine dimana Shangri-La Hotel Jakarta juga menggunakannya untuk memajang harga kamar dari websitenya. Kita bisa melihat bahwa, “harga” kamar dalam website milik hotel (direct channel) dihajar habis oleh “pihak ketiga” yang menawarkan harga jauh lebih murah dari hotelnya.

Kok Bisa ya? Ya bisa saja tergantung kontrak kerja sama antara Hotel dan Pihak Ketiga. Bisa juga OTA-nya yang “mensubsidi” biaya promo mereka sehingga harganya menjadi lebih “murah”, walaupun hotel terimanya full payment seperti pada “publish rate” mereka.

Terlepas mereka yang “nalangin”, namun inilah salah satu contoh yang menghancurkan “Rate Parity” (keseragaman harga) yang telah susah payah dikelola oleh hotel.

Dampaknya: Hotel bisa disemprot oleh OTA lainnya atau pelanggan setianya. Aneh kan? Yang ngelola  hotel malah disemprot gara gara Pihak Ketiga oleh Pihak Ketiga lainnya hahahaha

Dari potret diatas terlihat jelas bahwa sesama OTA sedang saling mendahului…

Terus yang dirugikan siapa? Tanyakan saja ya pada rumput yang sedang joget…  hahahaha

Exhibit 4: Google Meta Search Engine

Nah, akhirnya sampailah kita pada “Gendruwo-nya” Meta Search Engine, yaitu Mas Google hahahha…

Dalam Exhibit 4 diatas, ketika kami memasukkan kata kunci “Marriott Jakarta” pada fields search, maka Anda dapat melihat terdapat 3 poin penting yang kami tandai yaitu sebagai berikut:

Point Pertama adalah Google AdWord yaitu layanan iklan untuk menampilkan situs dengan “key word” tertentu pada baris teratas.

Contohnya pada exhibit 4 tersebut adalah posisi “baris teratas” ditempati oleh “Traveloka” yang menggunakan layanan iklan Google AdWord dimana biayanya  dihitung berdasarkan kombinasi antara “key words” yang dipilih (bidding) dan “Per Click” basis. Itu berarti sebagian dari “Traffic kunjungan” user  ke “Traveloka” dibeli melalui layanan dari Mas Google ini, yang bertujuan untuk “mencarikan tamu” buat hotel Anda.

(Traveloka keluar modal untuk beli traffic dari Google untuk dapetin tamu buat hotel supaya dapat komisi dari Anda; Apakah  Anda mau keluar uang juga untuk website hotel Anda sendiri atau pilih bayar komisi OTA saja?)

Point Kedua adalah website milik hotel muncul sesuai dengan “kata kunci” yang telah kami masukkan, yaitu “Marriott.com”. Itu berarti hotelnya telah menanamkan investasi jangka panjang berupa optimasisasi terhadap mesin pencari Google (SEO). Dalam contoh diatas, hotel tidak perlu membayar traffic per click karena pengunjung telah menemukan halaman website-nya secara alami (natural). Ciri-cirinya, tidak ada tulisan “iklan” berwarna hijau di bawah title text-nya seperti Traveloka.

Point Ketiga adalah Meta Search Engine secara otomatis akan keluar pada halaman pojok “kanan bawah” bila “key words” yang dimasukkan mengandung unsur atau brand tertentu yang bergerak disektor perhotelan.

Kami sangat suka dengan Marriott karena ia memasukkan strategi “membership” dengan memberikan “harga dan value” yang lebih baik jika dibandingkan dengan saluran lain seperti Booking.com, Misteraladin.com, dan channel lainnya.

Harga yang dipasangpun “sama” disemua channel distribusi, itu menandakan mereka sangat concern dengan “Rate Parity” yang sangat penting bagi konsistensi hotel dalam menerapkan “harga yang sama” di semua platform distribusi (OTA) yang mereka gunakan yang sangat bermanfaat untuk meminimalkan resiko untuk dikeluhkan baik oleh tamu mau pun Pihak Ketiga.

Yang paling menarik, walaupun harga yang dipasang sama, tapi terdapat “coretan” diharga dan keterangan dibawahnya… jempol sekali! Revenue Manager-nya pasti Jempolier banget itu dan “layak” dicontoh. Karena, secara psikologis: coretan tersebut “membuat” tamu penasaran untuk “Click” & “Buy”. Plus “jadi member” sebagai basis “Direct Channel” guest.

Jadi, coretan pada harga yang dibuat oleh mesinnya Mas Google dan Konten Text yang ditulis oleh Mas Marriott tersebut bisa membawa dampak 3 sekaligus: Click, Buy and Be A Loyal Guest. Fantastic!

Lalu, apa saja keuntungan hotel bila menggunakan Meta Search Engine?

  • Meta Search Engine memiliki banyak sekali pengunjung setiap harinya, contoh saja Trivago yang membukukan 22.67 Juta pengunjung per Juni 2017 (sumber: https://www.similarweb.com/website/trivago.com). Itu berarti mereka memiliki basis pengunjung yang sangat besar yang berpotensi untuk menjadi tamu Anda.
  • Business Model pada Meta Search Engine adalah Pay Per Click basis dan itu berarti hotel dapat mengontrol anggaran digital Advertising sesuai pagu yang ditetapkan. Model bisnis ini sama dengan Google AdWord dalam contoh Traveloka diatas, namun jauh lebih baik untuk memilih “Google Meta Search” atau Brand lainnya karena jenis pengunjungnya adalah mereka yang membutuhkan hotel yang terdeteksi  melalui “key word” yang mereka masukkan (niche audience)
  • Calon tamu lebih mudah untuk membandingkan “harga” kamar dari berbagai channel yang berbeda tanpa harus ribet buka OTA satu per satu.
  • Dengan meningkatkan “Direct Booking” pada hotel Anda berarti akan berpotensi “mengurangi” biaya komisi bagi OTA.

Lalu, bagaimana langkah untuk memastikan bahwa Meta Search Engine tepat sasaran dalam memulai strategi dalam meningkatkan porsi Direct Booking pada hotel Anda? 

  • Pertama, evaluasi kembali kontrak kerjasama Anda dengan pihak Ketiga. Evaluasi pada klausal: besaran komisi serta “kebijakan harga” dan “promosi” untuk kedua belah Pihak.
  • Kedua, perbaiki atau evaluasi kembali  “Rate Structure”, “Market Segment” dan “Distribution Mix” yang Anda terapkan saat ini dan rencanakan untuk perbaikan kedepan.
  • Ketiga, mulai berfikir untuk mengunakan website Anda sebagai Central Startegy dan bukan hanya sebatas “Nice to Have it”. Yaitu dengan cara mengelola konten dan mencari sumber traffic yang berkualitas. Selengkapnya akan diulas dalam artikel “Learning from The Giants & OTA dalam minggu ke-4 Juli 2017
  • Jika Anda telah menganggarkan besaran “komisi” bagi saluran OTA, tidak ada salahnya juga jika Anda mulai menganggarkan belanja iklan digital dalam bentuk Meta Search Engine untuk mengkatrol konversi direct booking melalui website Anda sendiri?, atau:
  • Anda dapat mengurangi iklan/materi promosi dalam bentuk cetak dan mengalihkan anggaran kedalam promosi digital yang lebih mudah untuk diukur dan dikontrol.

Lalu, Meta Search Engine yang mana yang layak untuk dipilih untuk memaksimalkan “Direct Booking”?

Dari potret diatas, tampilan Meta Search yang paling terlihat bersih  dari “Promosi” yang dibuat dari Channel OTA untuk hotel Anda adalah TripAdvisor dan Google Meta Search, mereka terlihat lebih “netral” dalam berbisnis.

Sedangkan kedua Meta Search Lainnya menampilkan “harga” iklan promo dari channel OTA (lihat pada kolom sebelah kanan pada ilustrasi gambar “Kayak dan Trivago”; disana ada “Click To Action” button dengan tulisan (view deal dan lihat promo), secara psikologis, hal ini akan menghambat user untuk melakukan “Direct Booking” ke hotel Anda dan lebih memilih “Harga Promo” dari OTA dengan harga obral Ala mereka.

Jadi, sudahkah Anda berfikir untuk memulai investasi jangka panjang untuk menunjang Direct Booking Anda? Atau; Masihkah Anda berpanas ria untuk menyebarkan brosur di jalan Raya?

Pilihan ada pada hotel Anda masing-masing.  

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Pelajari Juga Artikel Menarik Dibawah ini:

Digital Distribution Channels 

Peta Distribusi Penjualan Global 

Intro to Fundamental Revenue Management 

Revenue Management Key Indicators 

OTA vs Direct Booking

Analytic: Pilih Occupancy Tinggi atau ADR?

Channel Manager Sebagai Alat Kontrol Distribusi 

Dua Strategi Umum Dalam Dunia Perhotelan

Beban Biaya Apa Saja Yang Ditanggung Oleh Hotel?

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id