Mengenal Grooming Standard di Perhotelan

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id –  seperti kita ketahui bahwa setiap karyawan hotel umumnya memiliki penampilan yang profesional dan good looking, tentunya dibalik rapihnya karyawa  hotel, terdapat aturan dan aturan tersebut bernama “Grooming Standard”

Tujuan dari aturan ini outputnya adalah agar tamu merasa senang ketika melihat dan dilayani oleh karyawan hotel yang ramahbersih dan rapi. Sehingga para tamu tersebut merasa yakin atas kualitas pelayanan dan mendapatkan jaminan kebersihan dan keselamatan atas jasa yang diberikan oleh pihak hotel. 

Berikut ini merupakan beberapa standard grooming yang “umum” diterapkan di hotel. Beberapa aturan dibawah mungkin bisa berbeda dengan aturan yang berlaku di hotel Anda. Sebaiknya, sebelum menerapkannya, periksa kembali kepada divisi Human Resources. 

1. Rambut 

Untuk Laki-laki rambutnya diwajibkan untuk tidak boleh melebih batas tengkuk kepala dan dianjurkan untuk memakai minyak rambut atau gel agar rambut kelihatan lebih segar. Untuk perempuan, rambut yang melebihi bahu harus digelung/dicepol (untuk front line) atau diikat (untuk back of house).

2. Karyawan laki-laki tidak boleh memiliki kumis, jenggot dan jambang

Wajah karyawan di hotel haruslah bersih dari bulu-bulu yang tebal, misalnya kumis, jenggot dan jambang. Karena, bisa membuat kesan tua untuk karyawan hotel tersebut. Selain itu, untuk menghindari terjadinya penularan micro bacteria dan menjaga hyginitas diri.

3. Sebelum memulai bekerja karyawan/karyawati diwajibkan untuk membersihkan muka

Debu dan polusi di jalan membuat muka menjadi kusam dan terlihat tidak fresh, Anda diwajibkan untuk membersihkan muka terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan. Khusus karyawati diwajibkan untuk berdandan/menggunakan make up secara natural.

4. Karyawan laki-laki tidak boleh bertindik dan bertato di area tubuh yang nampak

Beberapa hotel melarang karyawan laki-lakinya untuk bertindik, sementara untuk tato masih diperbolehkan selama tidak berada di area tubuh yang nampak oleh mata (tertutup baju/celana seragam kerja)

5. Panjang anting untuk karyawati tidak boleh melebihi daun telinga

Hal ini untuk menampilkan kesan simple tapi elegant bagi karyawati hotel. Selain itu, anting yang panjang bisa menganggu kinerja dan keselamatan Anda.

6. Bibir

Biasanya, hotel akan mewajibkan karyawati untuk menggunakan lipstick dengan warna yang tidak terlalu mencolok (natural) tapi memberikan kesan fresh.

7. Accesoris

Batas maksimal penggunaan accesoris bagi karyawan adalah 2 accesoris, sementara batas maksimal penggunaan accesoris bagi karyawati adalah 3 accesoris

Penggunaan accesoris ini juga diatur di dalam standard grooming dan ketentuannya bisa berbeda-beda. Untuk laki-laki hanya diperbolehkan memakai jam tangan dan satu buah cincin pernikahan.

Untuk karyawati hanya diperbolehkan memakai jam tangan, anting dan satu buah cincin pernikahan (bagi karyawati yang sudah menikah).

Khusus bagian food handler seperti kitchen dan FB Service setiap hotel mengatur hal ini dengan sangat ketat. Karena, berhubungan dengan Food Safety. Periksa kembali aturan dihotel Anda ya..

8. Sepatu

Sepatu yang wajib dipakai oleh karyawan hotel adalah sepatu pantofel berwarna hitam.

Khusus departement F&B Product dan Engineering menggunakan safety shoes. Sementara untuk karyawati, menggunakan sepatu berheels maksimal 5 cm saja. Kenapa? Ya biar ndak ribet jalannya, aman dan nyaman.

9. Kuku

Kuku untuk karyawan maupun karyawati panjangnya tidak boleh melebihi buku kuku/ujung jari dan harus bersih dari kotoran-kotoran yang biasa menempel pada kuku. Sedangkan untuk kuku karyawati, umumnya hotel melarang untuk menggunakan cat kuku.

Sebaiknya, biarkanlah kuku Anda berwujud apa adanya saja/natural dan dalam keadaan bersih dan terawat.

10. Ikat Pinggang

Karyawan wajib memakai ikat pinggang berwarna hitam. Sedangkan untuk karyawati menyesuaikan celana yang dipakainya.

Itulah beberapa standard grooming yang sering ditetapkan oleh manajemen hotel. Jadi jangan heran apabila karyawan dan karyawati di hotel selalu tampil fresh dan good looking dan jangan berstigma negatif kalau karyawan hotel itu gay/homo karena tidak punya kumis, jenggot, jambang dan rambut sering klimis karena minyak rambut. heheheh.

Kesimpulan:

  • Grooming standard dibuat untuk:
  • Kebersihan dan kerapihan diri
  • Keamanan, kenyamanan dan kerapihan diri
  • Menjamin mutu pelayanan dan keselamatan tamu-tamu hotel

Baca Juga Artikel Dibawah:

Kenapa Standard Grooming Penting?

Sifat dan Karakter yang wajib dimiliki karyawan perhotelan

Lifestyle Karyawan Jempolan

Mental Driver atau Penumpang?

 

Like & Share

6 thoughts on “Mengenal Grooming Standard di Perhotelan

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id