Mengenal charge to room hotel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Setelah selesai menikmati menu yang ada di restaurant hotel dan akan membayar bill restaurant , teman-teman sebagai tamu yang menginap di hotel ditanya oleh waitress restaurant “ mau dibayar di cashier atau charge to room”. Pasti teman-teman  masih penasaran dengan pembayaran dengan sistem charge to room.

Charge to room adalah sistem pembayaran diluar pembayaran tarif kamar seperti pembayaran bill restaurant jika kita membeli makanan dan minuman di restaurant , pembayaran bill laundry jika kita menggunakan jasa laundry yang ditawarkan oleh pihak hotel , dan bill business center seperti fotocopy dan print dengan cara membebankan jumlah transaksi tersebut ke dalam pembayaran kamar pada saat kita checkout.

Mungkin penjelasan diatas terlalu panjang,maafkan saya hehehe,eits.. jangan khawatir , dibawah ini akan ada illustrasi mengenai pembayaran charge to room.

Contoh dan Ilustrasi  cerita transaksi dengan cara charge to room

Bapak Paijo beserta istri sedang menginap di hotel NATATEL di kota Kendal. Harga kamar per malam Rp 450.000,- nett. Bapak Paijo berencana menginap selama 3 hari karena ada meeting regional manager se jawa tengah di kantor cabang Kendal.

Malam harinya, istri dari pak Paijo ingin menikmati Candle light dinner di Restaurant hotel NATATEL tersebut. Setelah masuk ke dalam restaurant, Bapak dan Ibu Paijo mulai memilih makanan dan minuman yang terdapat di menu. Setelah menimbang , menganalisa ,dan memikirkan dengan matang akhirnya diputuskan menu berikut ini yang dipilih

Bapak Paijo : Nasi goreng special NATATEL dengan Harga Rp  35.000,- Nett dan Wedang jahe kayu manis dengan harga Rp 25.000 , nett.

Ibu Paijo : Bebek panggang paket Hore dengan Harga Rp 65.000,- Nett dan Es soda gembira dengan harga Rp 30.000,-nett

Ketika sedang menunggu makanan dari menu yang dipilih tersebut dihidangkan oleh chef hotel , pak Paijo mendapatkan telepon dari kantor untuk mencetak materi yang akan digunakan pada rapat esok hari. Pak paijo segera mencetak dokumen tersebut di business center milik hotel NATATEL, biaya untuk mencetak dokumen Pak paijo sebesar Rp 15.000,-nett. Pak Paijo ingin pembayaran dari biaya cetak tersebut dengan cara Charge to room.

Setelah selesai mencetak, pak Paijo kembali ke Restaurant untuk menikmati makanan dan minuman yang telah dipesankan tadi. Berhubung makanan dan minuman yang disajikan oleh chef hotel tersebut sangat nikmat di lidah, Pak Paijo dan istri makan dengan lahapnya.

Selesai makan, Pak paijo mengecek isi dompetnya untuk membayar bill restaurant ke cashier restaurant. Ternyata isi dompet pak Paijo hanya ada uang Rp 20.000 karena belum sempat ke ATM, tentu saja uang tersebut tidak cukup untuk membayar tagihan tersebut. Akhirnya Pak Paijo kembali menggunakan sistem pembayaran dengan cara Charge to room.

Singkat cerita setelah 3 hari berada di hotel NATATEL, Pak Paijo pagi siang ini melakukan checkout dari hotel NATATEL. Seorang receptionis hotel tersebut mengambilkan data tagihan kamar yang harus dibayarkan oleh Pak Paijo. Data tagihan kamar milik pak Paijo sejumlah Rp 1.520.000,-. Alangkah kagetnya Pak Paijo kenapa kok tagihan kamarnya membengkak dari jumlah perkiraan Pak Paijo. Setelah diteliti data tagihan tersebut ternyata seperti ini :

Room    : Rp 1.350.000 ,- Nett ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Bill Restaurant :

Nasi goreng special NATATEL  : Rp 35.000 ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Wedang jahe kayu manis           : Rp 25.000 ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Bebek panggang (paket hore)  : Rp 65.000 ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Es soda gembira                         : Rp 30.000 ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Total Amount                         : Rp 155.000 ( sudah termasuk pajak dan service charge)

Bill Business Center :

Print 10 lembar dokumen        : Rp 15.000

Total payment                       : Rp 1.520.000

Setelah membaca data tagihan tersebut Pak Paijo menjadi teringat kalau biaya dari print dokumen dibebankan ke biaya kamar, begitu juga dengan tagihan yang berasal dari restaurant juga dibebankan ke biaya kamar. Berhubung pak Paijo tidak membawa uang cash banyak, pak Paijo memilih cara pembayaran dengan menggunakan Credit Card dari Bank Untung Semua.

Nah, setelah membaca sedikit ilustrasi dari transaksi dengan cara charge to room bagaimana pendapat teman-teman? Apa sudah hilang rasa penasarannya? Semoga ya….

Sedikit nasehat dari penulis nih.. Charge to room bisa digunakan teman-teman apabila tidak memiliki uang cash yang cukup karena lupa untuk pergi ke ATM, akan tetapi didalam menggunakan transaksi charge to room harus bijak dan cermat karena terkadang tamu menjadi ” khilaf ” ( asal charge to room) sehingga tagihan kamar menjadi membengkak.

Semoga artikel dan ilustrasi diatas menambah pengetahuan tentang hotel ya…

 

Salam jempolier!!

By : GALIH SATRIA HUTAMA

 

pelajari juga artikel dibawah ini :

mengenal payment method di hotel

Tips melakukan reservasi kamar hotel

 

 

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id