Basic: Memasarkan Hotel Dengan Digital Marketing

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – merujuk pada definisi dari mas Wiki, marketing merupakan serangkaian aktifitas atau proses untuk mengenalkan produk dan layanan kepada khalayak umum dengan jangkauan yang luas. Lantas Kenapa harus menggunakan strategi Digital Marketing? Alat-alat pemasaran apa saja yang bisa kita gunakan? Bagaimana langkah untuk memulainya?

Sebelum kita bahas lebih rinci, mari kita melihat di sekitar kita, pernahkan Anda menyebarkan brosur? Atau pernahkah Anda melihat baleho, video tron, atau banner-banner yang nempel di jalan raya? Itulah salah satu upaya untuk mengenalkan produk dan layanan hotel secara offline. Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana Anda mengukur tingkat kesuksesannya? Berapa orang yang melihat iklan Anda? Kapan saja atau di jam berapa saja target audience Anda melihatnya? Berapa besar biaya yang Anda keluarkan?

Disinilah letak Digital Marketing diperlukan untuk membantu kita dalam proses pemasaran secara terukur, tertarget dan tercepat yang bisa Anda lakukan. 

Bila merujuk pada teori “Demand Generation”, maka digital marketing sangat berperan dalam menciptakan sebuah demand dimana target audience akan merasa perlu untuk mempelajari lebih dalam mengenai produk dan layanan yang ditawarkan. Proses pemasaran dilakukan dengan sangat soft dan tidak memborbardir audience dengan berbagai macam informasi penjualan yang dilakukan secara “Direct”. Namun, digital marketing adalah sebuah proses pemasaran yang memberikan nilai-nilai edukatif atas produk dan layanan yang hendak dijual. Hal ini juga disebut sebagai “Content Focused Marketing”.

Lalu, bagaimana cara memulainya?

Langkah Pertama

Siapkan Konten yang akan Anda sebarkan. Konten yang dimaksud dapat berupa artikel atau video-video edukatif yang berhubungan dengan “tamu hotel”. konten yang dimaksud bukan yang berisi tentang “Buy One Get One” atau konten-konten yang bermuatan direct selling lainnya. Namun, konten lebihbermuatan 100% edukasi. Cara untuk memulai membuat konten adalah dengan memposisikan diri Anda sebagai customer. 

Misalnya, Jika Anda sebagai customer: Kenapa Anda harus berkunjung ke kota Anda? Apa yang bisa mereka lakukan dikota Anda? Makanan apa yang enak disana? Budaya apa yang menarik disana? Jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut sangat tepat untuk segment tamu “Leasure”.

Jika mayoritas tamu Anda adalah tamu bisnis, maka posisikan diri Anda sebagai mereka dan tanyakan: Bagaimana tips menata ruangan meeting yang menarik? Bagaimana mengemas perlengkapan meeting? Tips mendapatkan harga kamar murah, Tips bagaimana membuat meeting lebih produktif dan menyenangkan? Tips membuat slide presentasi menjadi menarik dan lain-lain. Gali dengan teliti, fokuskan konten terhadap target yang akan Anda sasar.

Langkah Kedua

Anda memerlukan website hotel untuk menampilkan konten-konten yang sudah dibuat pada langkah pertama. Semakin banyak konten, maka semakin bagus untuk meningkatkan performa website Anda, karena akan meningkatkan visibilitas dari web Anda. Teorinya  namanya adalah “Search Engine Optimization” (SEO), yaitu website Anda akan lebih mudah ditemukan oleh google atau search engine lainnya seperti bing, ask.com, yahoo dan lainnya.

Perlu dicatatan bahwa alogaritma google saat ini sudah berubah, kalau dulu SEO bisa diakal-akalin dari naikin page rank, mainin key words dan lain-lain maka saat ini alogaritma yang diterapkan lebih alami dan manusiawi. Google akan memprioritaskan konten-konten yang original, yang sesuai dengan yang dicari oleh user. Semakin kesini, tekhnologi google semakin Human Friendly. Dalam artikel selanjutnya kita akan bahas lebih rinci mengenai mas google, mbak yahoo dan kang Bing.

Semakin banyak artikel maka semakin bagus, karena cara kerja mesin google adalah dengan menelusuri berbagai jenis text yang kemudian dicocokkan dengan kata kunci yang diketik oleh user, itu artinya semakin banyak artikel maka semakin banyak kata, dan semakin banyak kata maka semakin mudah ditemukan oleh “crawling  enginnya” si google dan menampilkannya dalam sebuah daftar halaman di google. Jadi, website Anda akan berpotensi untuk ditemukan, diklik dan dipelajari oleh user sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli. Ini baru tahap awal, yaitu Get Awareness (Anda mulai dikenali secara online oleh mesin pencari).

Langkah Ketiga

Jika Anda menggunakan website, maka peruntungan Anda hanya dari Google saja. Untuk memperbesar dan memperluas sasaran audience maka, Anda memerlukan beberapa alat-alat pemasaran digital sebagai alat distribusi konten dimana website Anda sangat berperan vital sebagai alat konversi. Berikut adalah beberapa channel distribusi yang bisa Anda gunakan.

Pertama Social Media, jenisnya ya macam-macam. Ada facebook, linkedIn, Instigram dan konco-konconya itu. Proses penetrasi (penyebaran link website) juga harus diperhatikan. Misalnya, bila Anda ingin menjual produk dan layanan hotel, lantas Anda posting di Group Facebook milik komunitas profesi hotel, pertanyaannya: Siapa yang melihat?   Apakah mereka pasar Anda? Tentu bukan, karena sebagian besar dari mereka adalah kompetitor Anda.

Jadi, menyebarkan konten ke saluran yang tepat pada saat yang tepat adalah filosopi dari Digital Marketing yang harus dipegang teguh. Jangan sampai kita buang-buang waktu dan energi untuk menyebarkan konten ke sasaran yang salah. Ini biasa disebut sebagai “Spam” orangnya disebut “Spammer” yang kerjanya nyampah, memberikan informasi yang sama sekali tidak relevan dengan sasaran yang dibidik.

Selain social media, Anda juga bisa menyebarkan konten Anda melalui eMail blast. Nah, ini biasanya terintegrasi dengan Customer Relationship Management SystemJika Anda ndak punya system tersebut ya ndak masalah juga, Anda bisa menggunakan eMail blast tools dari mulai yang gratisan, murahan atau yang mahal. Coba aja pakai fasilitas gratis dari MailChimp, ini adalah aplikasi untuk pengiriman eMail secara masal. Gratisannya kalau ndak salah bisa sampai 12 ribuan eMail deh per bulan.

Konten yang dikirim lewat eMail ini juga tidak langsung disodorin konten bermuatan “Buy One Get One” atau wording sejenisnya. Ada 3 tahapan dalam distribusi konten. Pertama Get Awareness dengan memberikan 100% konten bermuatan edukasi, kedua Getting Interest yang kontennya berhubungan dengan konten pertama dan mulai mengenalkan produk Anda, terakhir Get Convert, yang merupakan langkah penawaran promosi atas produk dan layanan dari hotel Anda. Nah, jeda waktu pengirimannya pun juga harus di perhatikan. Misal, konten pertama (minggu pertama), konten kedua (minggu kedua) dan seterusnya atau bisa juga diatur berdasarkan jam dan hari. Konten-konten yang banyak pembacanya bisa didaur ulang dan dikirimkan kepada target audience dan channel distribusi yang berbeda.

Umumnya, para digital marketer memiliki Content Planner Tools untuk memastikan kontennya terdistribusi ke channel yang tepat dan pada saat yang tepat. Selain itu, mereka juga memiliki tool seperti Online Reputation Management atau Social Media Monitoring Tools untuk merespons berbagai comments yang masuk secara real time, membuat jadwal broadcast keberbagai channel distribusi konten dengan fasilitas single sign in. Sehingga proses distribusi menjadi lebih simple, cepat dan akhirnya Anda pun bisa ngopi sambil melihat laporan analytic secara otomatis. Asyik kan?

Langkah Keempat

Promosikan website atau social media Anda, tentukan siapa saja yang akan Anda jangkau, misalnya menargetkan audience sesuai sasaran  lokasi mereka, atau sesuaikan kesukaan mereka dengan konten yang akan Anda promosikan, setelah itu, tentukan target budget yang akan Anda keluarkan.

Jika website Anda ingin berada di daftar pertama google ketika user memasukkan kata kunci, maka Anda bisa menggunakan Google Adword, ini umumnya disebut sebagai “Search Engine Marketing” (SEM) ciri-cirinya pada posisi paling atas atau bawah di halaman, terdapat text berwarna hijau bertuliskan Ad. Atau bila Anda ingin audience Anda dapat melakukan booking melalui facebook, maka lakukan Facebook Ad. Kedua model tersebut di charge oleh mereka per click dengan berbagai jenis model, salah satunya: bidding by key words. Bagian ini akan kita kupas lebih dalam artikel selanjutnya.

Langkah Kelima

Analisa seluruh konten yang sudah disebarkan. Lihatlah jangkauannya, siapa saja yang membaca? berapa lama mereka berada dalam website Anda? channel yang mana yang paling produktif? berapa budget yang sudah Anda habiskan? berapa persen tingkat konversi yang anda hasilkan? Anda bisa menggunakan tools seperti Google Analytic, Alexa, Similar Web atau traffic analytic tools lainnya. Bandingkan tingkat efektifitas dari sebaran konten berdasarkan channel distribusi, tingkat kunjungan berdasarkan lokasi atau bandingkan tingkat konversi yang sudah Anda anggarkan dengan aktualnya.

Itulah seni dari Digital Marketing dimana setiap kegiatan dapat dengan mudah dan jelas diukur dengan target jangkauan audience sesuai dengan yang kita kehendaki. Bayangkan bila Anda harus panas-panasan menyebarkan poster dijalan-jalan, bagimana Anda mengukurnya? Berapa persen tingkat konversinya?

Jadi, dalam dasa warsa saat ini, sudah saatnya kita jeli dalam memilah alat-alat pemasaran yang bisa Anda gunakan. Semakin banyak pilihan, maka semakin menguntungkan Anda sebagai marketer. Digital Marketing ini hanya salah satu dari strategi marketing yang juga disebut sebagai InBound Marketing, namun demikian Outbound Marketing (offline) juga sangat penting untuk melakukan penetrasi secara langsung dalam mengenalkan produk dan layanan Anda yang diiringi dengan mengenalkan alamat website Anda.

Itu alasannya kenapa situs-situs online seperti Traveloka, TokoPedia dan eCommerce lainnya memajang Baleho segede gaban di setiap perempatan kota. Selain InBound dan Outbound Marketing, masih ada beberapa strategi marketing lainnya seperti Affiliate Marketing dan Community Development Marketing dimana semuanya bisa diintegrasikan dengan strategi Digital Marketing Anda.

Salam Jempolier

By Ikin SolikinIHLC.co.id

Baca Juga Artikel Menarik Dibawah:

Pentingnya Channel Manager

Pentingnya Customer Relationship Management 

Menerapkan Budaya Revenue Management Di Hotel

Menerapkan Sales Culture Di Hotel

Cara Melakukan Canvasing untuk mencari tamu baru

Menerapkan Sales Process untuk menjual  

Like & Share

3 thoughts on “Basic: Memasarkan Hotel Dengan Digital Marketing

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id