Lulusan Sarjana Perhotelan, Mau Jadi Manager di Hotel?

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Pernahkah Anda mendengar program pendidikan tinggi dengan jurusan Manajemen Perhotelan? atau Hotel & Tourism Management?

Yang menarik ada kata Management dan memang bobot SKS yang dipelajari terkonsentrasi disana. Umumnya untuk menempuh kejenjang S1 maka Anda akan menghabiskan waktu sekitar 8 Semester atau 4 Tahun lamanya, dengan rincian 6 semester di kelas dan 2 semester melakukan program internship di hotel, baik di dalam negri maupun di luar negri. Namun, Kebanyakan program internshipnya masih bersifat tekhnis, belum mengarah ke manajemen.

Lalu, pertanyaannya adalah: Apakah setelah lulus Anda bisa langsung menjadi seorang Manager di Hotel?

Jawabannya sederhana: Bisa Tapi Bersyarat.

Rinciannya ada dalam ulasan dibawah.

Apa Yang Akan Anda Alami Dilapangan?

Industri perhotelan adalah industri yang sangat kompleks, dinamis dan memiliki variasi bidang keilmuan yang multi dimensi dan berkembang dengan sangat cepat. Baik di tataran tekhnis, leadership maupun manajemen. Untuk menjadi seorang manajer diperlukan pengalaman yang mumpuni pada bidang-bidang kerja manajemen yang akan ditempuh.

Akademisi berfungsi untuk mendidik Anda, memberikan wawasan dan keterampilan secara umum, mengasah kemampuan berfikir secara analitik yang dimana bahan ajar diambil dari berbagai macam teori dan best practice dari industri, namun demikian bobotnya hanya sekitar 10% dari total kompetensi yang dibutuhkan untuk menempati posisi manajer.

Apalagi dengan kurikulum yang terbilang masih harus banyak  mengejar untuk menyeimbangi  kebutuhan Industri. Untuk memperbaikinya memang dibutuhkan sinergi yang kuat antar semua pemangku kepentingan.

Contoh kecil saja, jika Anda ingin menjadi manajer, apakah Anda mengetahui bagaimana menangani karyawan yang sulit diatur beserta beraneka ragam jenis kasus didalamnya? Memahami UU Ketenagakerjaan? Bagaimana cara bernegosiasi bisnis? Bagaimana mengantisipasi dan menangani dispute of operation?

Selain itu, Apakah Anda juga sudah mengetahui berbagai macam gaya kepemimpinan yang diterapkan untuk multi situasi yang kompleks? Memimpin dan mengelola perubahan dengan berbagai macam skenario? Value for asset creation? Mengetahui berbagai macam tekhnologi terkini dihotel dan bagaimana memaksimalkannya, serta bagaimana menganalisa berbagai macam format laporan yang berpotensi merugikan / menguntungkan hotel? Dan situasi-situasi lainnya dalam mengelola hotel?

Contoh-contoh diatas hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan kompleksitas dalam pengelolaan hotel.

Memimpin dan Mengelola Hotel Memerlukan Karakter

Melihat karakter bisnis hotel yang sangat dinamis dan kreatif, maka untuk menjadi pemimpin dan manajer di hotel mengharuskan mereka untuk memiliki karakter yang tangguh, bermental driver, yang  berorientasi terhadap proses dan hasil dengan menghormati semua orang yang terlibat dalam operasional hotel. Walaupun misalnya Anda bukan lulusan perhotelan, namun memiliki karakter tersebut, Anda bisa juga berpeluang menjadi pemimpin dihotel. Karena, skill dan knowledge masih bisa diajarkan, tapi karakter adalah hasil didikan alam.

Hotel adalah industri orang dimana orang pertama (karyawan) melayani orang kedua (tamu, supplier, owner, dan lain-lain). “Menata orang memiliki tingkat kesulitan tinggi dibandingkan mengelola benda mati”. Karena mereka memiliki pola pikir, cara kerja dan latar belakang yang berbeda. Nah, tugas Anda sebagai manajer kelak adalah melayani mereka semua. Memastikan mereka semua bekerja sesuai sasaran, senang dan akhirnya tujuan hotel dapat tercapai.

Untuk mengasah mental dan karakter tersebut diperlukan gemblengan dari alam, yaitu sebuah pendidikan yang datangnya dari cara Anda bersosial, bergaul, dan langsung mengalami situasi-situasi spesifik sesuai kenyataan yang akan dihadapi. Pertanyaanya? Apakah Anda sudah pernah mengelola orang lain? Memimpin mereka untuk mencapai tujuan? Menghadapi situasi krisis dan harus segera mengambil keputusan yang cermat dan tepat? Jika iya, maka karakter Anda sudah mulai terbentuk, namun hanya bersifat “pemanasan saja”.

Melihat coretan diatas dan kembali ke topik utama, lantas Bisakah Anda menjadi Manajer setelah lulus dari program S1, S2 atau pun S3?

Jawabannya adalah: Bisa Tapi bersyarat. 

Syarat Pertama: Anda punya hotel sendiri dan kelola hotel Anda sendiri. Terapkan keilmuan yang telah dipelajari dihotel Anda. Disini Anda akan banyak sekali mengeksplore, membuat ide-ide baru untuk memajukan hotel Anda. Kembangkan system tatakelola operasional dan manajemen sesuai dengan yang telah Anda pelajari atau tanyakan kepada teman Anda yang bekerja dihotel lain untuk memperdalam keilmuan Anda.

Syarat Kedua: Setelah lulus, ikuti program-program pelatihan dari hotel, nama programnya adalah Corporate Management Training (hanya sebagian kecil hotel saja yang mengadakan program ini)

Rata-rata durasi program tersebut antara 1 hingga 2 tahun. Setelah selesai program umumnya posisi Anda adalah first line manager. Untuk mengikuti program ini proses seleksinya lumayan ketat. Hanya mereka yang berkarakter dan Jenius yang umumnya lolos seleksi. Jika Anda termasuk kedalam katagori anak-anak jenius dengan IPK diatas 3.5, tapi “Cengeng” jangan harap bisa lolos atau menyelesaikan programnya.

Untuk menjadi pemimpin memang memerlukan proses untuk belajar, mengembangkan kepribadian dan karakter. Kuncinya hanya 3: kembangkan otak, hati, skill dan tindakan Anda. Tuntaskan setiap jengkal pekerjaan yang Anda hadapi dengan hasil yang sempurna, Fokuskan tujuan bekerja untuk meraih rencana pengembangan karir untuk diri Anda. Niscaya, Anda akan menjadi pemimpin hotel dengan kualitas yang jempolan.

Mulailah menata tujuan Anda dari mimpi yang Anda tulis dalam secarik kertas dengan menyusun tenggat waktu yang realistis, masukkan kertas kedalam dompet Anda dan bukalah ketika Anda diposisi jenuh dalam menjalani proses, lalu buka kembali ketika Anda telah sampai menjadi manajer. Ingatlah perjuangan Anda dengan cara mensyukuri apa yang telah Anda raih. Jadilah pribadi yang soleh dengan menjalin hubungan dengan semua orang disemua level jabatan, sisihkan penghasilan Anda untuk bersedekah, niscaya Tuhan merestui upaya Anda untuk menjadi pemimpin yang budiman.

Edukasi adalah langkah awal untuk memahami bagaimana sebuah hotel dikelola dimana outcome dari pendidikan hanya selembar dua lembar kertas, untuk menjadi manajer maka masih banyak sekali  keahlihan yang dibutuhkan untuk menjalankan roda bisnis di hotel.

Mengawali karir dari bawah jauh lebih terasa nikmat dan indah untuk dikenang dikemudian hari ketika Anda berada diposisi puncak. Karena, anda telah menjalani prosesnya dengan penuh warna-warni, tidak seperti mie instant yang hanya berwana kuning saja.

Jika Anda masih belum seberuntung mereka yang mampu mengeyam bangku sekolah yang tinggi, maka janganlah berkecil hati. Banyak diluar sana yang hanya berbekal lulusan SMK telah membuktikan bahwa dengan karakter dan belajar maka mereka telah banyak juga yang menduduki posisi puncak dibidang perhotelan.

Jangankan SMK, yang lulusan SMP saja bisa jadi mentri kan? Tapi lihat hasil kerjanya? Bandingkan dengan yang gelarnya berjejer? Jadi, jangan minder dan terus giat belajar, syukur-syukur bisa meneruskan lagi kejenjang yang lebih tinggi. Rajin-rajin saja baca artikel di hotelier.co.id karena sebagian besar kontennya merupakan konten manajemen  yang belum tentu diajarkan dibangku kuliahan di indonesia, namun biasa digunakan di hotel.

Namun demikian, bila Anda memiliki kesempatan, kemampuan finansial dan waktu, maka sangat disarankan untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi karena sangat diperlukan untuk mengetahui berbagai macam keilmuan manajemen, melatih kemampuan analisa, cara berfikir dari perspective yang berbeda dan mengembangkan kemampuan manajerial Anda. Niscaya kelak setelah Anda diposisi manajer, Anda akan sangat memerlukan keahlihan tersebut.

Bagaimanapun juga sebergengsi apa pun kampusnya dan sehebat apa pun alumninya, Industri juga sangat berperan  serta dalam turut serta mendidik anak bangsa. Tanpa peran industri, akademisi hanyalah sebuah kumpulan teori. Kabar baiknya, proses pendirian universitas baru sedang di moratorium, itu artinya pemerintah sudah sadar diri untuk berbenah, memonitor kualitas akademisi untuk kebaikan negri.

Teori dan kertas itu penting, namun mengembangkan pengalaman dan karakter itu juga sangat penting”

Salam Jempolier!

Ikin Solikin

IHLC.co.id

Baca Juga Artikel Lainnya:

Pilih Pemikiran Out of The Box atau Burn The Box?

Sifat dan Karakter Karyawan Hotel

Persiapan Magang di Hotel

Apa Motivasi hotelier.co.id menulis?

Like & Share
error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id