Kerjasama Accounting dengan F&B

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id- Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai kerjasama antar departemen pada unit hotel, nah kali ini kita akan membahas bentuk kerjasama antar departemen tersebut. Contoh bentuk kerjasama yang pertama adalah kerjasama departemen accounting dengan departemen F&B.

Apa saja sih kerjasama Departemen Accounting dengan departemen F&B?

  1. Pemenuhan bahan baku

Di dalam pemenuhan bahan baku  ini dibagi menjadi 2 yakni bahan yang bersifat daily (rutin) dan bahan yang bersifat khusus apabila terdapat event. Bahan-bahan yang dibeli secara rutin (daily) ini ditujukan untuk menu-menu yang dijual di restaurant hotel, dan juga untuk menu buffet untuk breakfast, lunch, maupun dinner tamu. Sedangkan, bahan-bahan yang dibeli secara khusus untuk event ini ditujukan untuk menu-menu yang ditawarkan secara paket meeting room ataupun atas permintaan tamu.

Alur pemenuhan bahan-bahan baku :

  1. Departemen F&B atau Kitchen membuat Marketlist yang berisi semua bahan baku masakan yang dibutuhkan, setalah itu diserahkan ke departemen accounting dalam hal ini adalah bagian Purchasing.
  2. Purchasing kemudian melakukan order bahan-bahan tersebut ke Supplier
  3. Supplier akan mengirimkan bahan-bahan tersebut, dan akan diterima oleh bagian penerimaan barang
  4. Bagian penerimaan barang akan melakukan konfirmasi ke departemen F&B bahwa bahan tersebut sudah datang.
  5. Bagian penerimaan barang bersama dengan staff dari departemen F&B akan melakukan pengecekan terkait dengan kualitas bahan tersebut.
  6. Apabila bahan tersebut sesuai dengan kualitas yang sudah ditetapkan, selanjutnya bahan tersebut akan dibawa oleh staff dari departemen F&B untuk diproses menjadi menu masakan.

2.  Penetapan Cost of Food dan Cost of Beverage

Bentuk kerjasama yang kedua adalah penetapan Cost of Food dan Cost of beverage. Fungsi dari Cost of food dan Cost of beverage ini adalah untuk mengontrol pembelian bahan-bahan agar tidak terjadi over budget. Biasanya, penetapan prosentase Cost of food dikisaran 27 %, sedangkan Cost of Beverage ditetapkan dikisaran 18% (tentu setiap hotel memiliki batas prosentase cost of food yang berbeda-beda) .

Cara menghitung prosentase Cost of Food adalah ( pembelian bahan-bahan masakan : penjualan menu makanan (buffet dan alacarte)x 100%),

contoh : Penjualan dari menu makanan pada hari ini adalah Rp. 15.000.000, sedangkan pembelian bahan-bahan untuk masakan pada hari ini adalah Rp 20.000.000, maka penghitungan prosentase Cost of Food ini adalah :

(20.000.000  : 15.000.000) x 100% = 133%

Angka 133% ini tentu saja melebihi dari batas prosentase Cost of food yang diperbolehkan yakni 27%, sehingga terjadi over budget didalam pembelian bahan-bahan. Disinilah pentingnya kerjasama antara departemen F&B dengan departemen Accounting dalam hal ini pihak yang berkait adalah Cost Controll. Departemen F&B akan mengevaluasi kebijakan pengorderan bahan masakan, manajemen barang, dan penentuan harga pada menu restaurant atas dasar laporan cost of food yang diberikan secara Daily oleh Cost Controll  sehingga pada akhir bulan menjelang closing transaksi, Cost of food dan Cost of Beverage berada dikisaran prosentase yang sudah ditentukan.

  1. Pemenuhan barang guest supplies untuk Restaurant.

Bentuk kerjasama selanjutnya adalah pemenuhan barang berupa guest supplies untuk restaurant. Guest supplies biasanya akan disimpan di gudang central milik hotel baik itu guest supplies untuk room ataupun guest supplies untuk restaurant.

Guest supplies untuk restaurant terdiri dari Straw (sedotan), toothpick ( tusuk gigi), dinner napkin tissue ( tisu makan), creamer sachet, sugar sachet ( gula sachet), dan brown sugar sachet.

Untuk memenuhi guest supplies tersebut, departemen F&B dalam hal ini F&B service mengajukan permintaan barang berupa guest supplies tersebut ke store keeper.

Store keeper kemudian akan memastikan stock dari barang tersebut, apabila stock barang masih mencukupi maka store keeper akan mengeluarkan barang sejumlah yang diorder, tetapi apabila stock barang terbatas, maka storekeeper akan memberikan barang dengan jumlah yang kurang dari yang diorder oleh staff F&B service tersebut.

Itulah beberapa contoh kerjasama antara departemen accounting dengan departemen F&B. Jadi, kesimpulannya adalah bentuk kerjasama antara departemen accounting dengan departemen F&B ini antara lain berkaitan dengan pemenuhan barang (bahan baku,guest supplies) dan juga penetapan dan pengontrollan cost of food dan cost of beverage.

 

Kontributor

Galih Satria Hutama

Like & Share

One thought on “Kerjasama Accounting dengan F&B

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id