Kenapa Komunitas Trainer Hotel Harus Dibuat?

hotelier.co.id-Ketika terdapat komunitas baru, pernahkah kamu bertanya-tanya dalam diri kamu misalnya: Apa ya tujuannya? Apa agendanya? Apa ada udang dibalik bakwan?

Nah, menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari teman-teman, maka berikut adalah FAQ dari Komunitas Trainer Hotel yang akan segera dimulai di awal bulan Juli 2018 ini.

Apa sih Komunitas Trainer itu?

Merupakan sebuah komunitas belajar yang khusus membahas mengenai Training & Development, dari A hingga Z. Semua topiknya hanya berfokus terhadap konten tersebut. Tidak ada konten politik, Iklan jualan seminar, SARA dan sejenisnya.

Untuk sementara waktu, proses belajar yang terjadwal dan terstruktur dilakukan dengan menggunakan “Telegram” seminggu sekali oleh fasilitator dari AJAR, sedangkan konten belajar yang tidak terstruktur dapat dilakukan oleh semua peserta setiap hari untuk saling share experience atau link-link yang sesuai dengan tema disetiap minggunya.

Apa sih Tujuan AJAR dan HOTELIER.CO.ID membuat Komunitas Trainer ini?

Kami mengamati dari kejauhan bahwa dari lima tahun terakhir ini, pemerintah sangat fokus terhadap “Sertifikasi Profesi” di bidang perhotelan yang jumlahnya sangat tinggi (Link berita).

Untuk mengimbangi tujuan mulia tersebut, maka Indonesia membutuhkan banyak sekali trainer-trainer yang profesional disetiap hotel yang mampu untuk melakukan “proses transfer kompetensi” dengan benar. Apa jadinya bila para profesional tersebut “disertifikasi” kompetensinya tanpa dilatih terlebih dahulu dengan cara yang benar?

Oleh karena itu, dengan komunitas trainer ini, maka tujuan utama kami adalah untuk melengkapi visi kemenpar untuk kemajuan SDM Pariwisata di Indonesia. Prinsip kami simple: “Jangan pernah meminta atau mengeluh kepada negara, namun sumbangkan pikiran dan tenaga kita untuk negara”. Mudah-mudahan forum belajar ini menjadi sarana kita untuk bersama-sama dalam mendidik bangsa, khususnya di bidang pariwisata dan perhotelan.

Kalau Tujuannya untuk berbagi, kenapa harus membayar sejumlah Rp 300.000 untuk menjadi member? 

Biaya membership adalah sebesar Rp 300.000 selama 6 bulan belajar, biaya tersebut dikembalikan lagi kepada peserta dalam wujud yang lain seperti: Kaos, Template Presentasi, Template Training Plan & Report, Card Deck, Alat-alat technology digital, contoh-contoh bahan ajar dan lain sebagainya yang tentu saja dalam proses pembuatannya melibatkan banyak orang dan terdapat komponen biaya didalamnya.

Jika tujuannya komersial, maka konten balajar serupa dapat senilai antara Rp 3 jt (Lokal Training Provider) hingga Rp 10 jt rupiah (Internasional Training Provider). Namun, kami hanya membebankan membership fee dan ongkos coffee breaknya saja.

Maklum saja, kami belum tertarik untuk menggandeng sponsor karena kami khawatir tujuan awal kami berubah. Jadi memang semangat “gotong royong” dibutuhkan untuk saat ini, khususnya dari aspek finansial.

Apakah AJAR mengadakan sesi belajar secara offline juga? Dimana? Ada biayanya?

Iya, AJAR mengadakan sesi-sesi workshop secara langsung yang berhubungan dengan konten-konten terstruktur yang telah disampaikan via “Telegram”. Sesi workshop bertujuan untuk mempertajam keterampilan para anggota dengan mempraktekkan langsung teori yang sudah disampaikan.

Misalnya workshop tentang “Bagaimana Cara Untuk Membuat Slide Presentasi”, konten seperti ini tidak mungkin bisa diterapkan bila hanya via telegram saja. Untuk menjalankan workshop tersebut maka terdapat unsur biaya. Namun, khusus untuk para “member” hanya cukup patungan bayar ongkos coffee break dan cetak materi saja.

Untuk “non member” ada ongkos lebih yang digunakan untuk subsidi silang biaya-biaya untuk hadiah-hadiah yang diberikan saat workshop berlangsung kepada peserta.

Workshop akan dilakukan di kota-kota dimana jumlah member dikota tersebut memenuhi kuota minimum yaitu antara 15 hingga 20 peserta. Durasi workshop minimum adalah 8 jam (1 hari) dan maximum adalah 16 jam (2 hari) yang dibawakan oleh para fasilitator yang ditunjuk oleh AJAR.

Bagi kami workshop, meeting, training, atau conference adalah sarana belajar dan kami tidak punya cukup waktu untuk “rakernas” atau rapat-rapat berwacana lainnya, fokus kami adalah belajar, belajar dan belajar.

Darimana sumber konten belajar yang digunakan?

Kami menggunakan konten-konten belajar yang berasal dari “Mutual Recognation Arrangement for Tourism Professional” yang berlaku dikawasan ASEAN yang juga berlaku dikawasan Indonesia.

Selain itu, kami juga menggunakan konten lain yang berasal dari “open source” yang merupakan kumpulan “best practices” di Industri perhotelan di dunia dari berbagai sumber yang berisikan aspek dari fungsi Training & Development secara umum dan juga dari aspek learning technology. 

Bagaimana cara mendaftarnya?

Daftar via link ini lalu konfirmasi pembayaran di nomor dan kontak yang telah kami sediakan.

Salam Jempol!

Ikin Solikin