Kenapa Hotelier Harus Berkomunitas

hotelier.co.id – Parnahkah kita melihat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para penggiat komunitas perhotelan? Lalu, kenapa kita harus berkomunitas? 

Bila kita meneliti satu per satu, banyak sekali komunitas yang khusus berada dalam dunia perhotelan di Indonesia baik komunitas dalam ranah online, offline dan keduanya.

Komunitas tersebut terbagi menjadi dua yaitu “komunitas formal” yang berbadan hukum tetap seperti  “asosiasi” dan “komunitas informal” yaitu tanpa badan hukum. Keduanya baik untuk diikuti selama  membawa dampak positif bagi diri kita.

Bergabung kedalam sebuah komunitas banyak sekali membawa manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Membangun Jaringan Profesional 

Anggota dari komunitas terdiri dari berbagai hotel yang berasal dari berbagai jenis klasifikasi hotel berbintang dan kota yang berbeda. Nah, jika kita berada didalamnya berarti kita turut serta dalam membangun jaringan  dan dapat mengenal lebih dekat dengan teman-teman baru kita yang seprofesi dengan kita.

2. Mendapatkan informasi dengan cepat

Dunia hotel itu dinamis, sangat cepat sekali perubahan trendnya. Nah, dengan berkomunitas maka kita akan mendapatkan informasi lebih cepat, terutama informasi yang berkaitan dengan regulasi pemerintah yang berdampak langsung pada pekerjaan kita.

3. Membangun Diri

Komunitas yang baik adalah mereka yang peduli terhadap anggotanya yaitu dengan memberikan dukungan belajar secara rutin misalnya: memberikan artikel bermanfaat, eBook, working tools untuk mendukung pekerjaan, bahkan sesi pelatihan secara rutin kepada anggotanya baik yang dilakukan secara jarak jauh atau pun tatap muka.

Umumnya, untuk pertemuan tatap muka terdapat unsur biaya, namun biaya tersebut hanya digunakan untuk “iuran biaya ngopi break” saja. Kenapa? karena kebanyakan komunitas itu dibentuk dengan tujuan “non profit” dan jika terdapat unsur “biaya membership” pastinya komponen biaya tersebut akan diberikan kepada anggota dalam bentuk dan wujud yang berbeda.

4. Saling Menolong

Dengan berkomunitas, maka kita dapat mengenal lebih dekat dengan teman kita. Oleh karena itu, kita juga jauh lebih terbantu ketika kita membutuhkan bantuan mereka. Misalnya: Meminjam/sewa peralatan untuk keperluan wedding yang tidak kita punya. Namun, hal ini tergantung dari kebijakan hotel masing-masing.

5. Informasi Lowongan Pekerjaan

Bagi mereka yang membutuhkan, informasi lowongan kerja yang terbaru sangat penting. Nah, dalam komunitas umumnya para anggotanya saling membagikan info lowongan terbaru kepada anggota lainnya.

Disamping berbagai kelebihan tersebut, berkomunitas juga menimbulkan efek samping negatif bila kita tidak pintar dalam mengelola diri kita sendiri. Misalnya:

Pertama, Membagikan informasi “diluar topik” bahkan yang bermuatan “sara” atau “gambar-gambar” yang kurang nyaman untuk dilihat yang tentu saja dapat menimbulkan persepsi negatif dari orang lain terhadap diri kita.  Kedua, egois terhadap ide yang kurang menguntungkan untuk anggota lain atau tertutup terhadap gagasan anggota lain.

Oleh karena itu, mengendalikan diri dan menjunjung tinggi “tujuan” dari “nama besar komunitas” adalah salah satu kunci kita dalam mengembangkan diri dalam berkomunitas yang merupakan simbol dari pribadi bangsa yang merupakan makhluk sosial dan menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong.

Komunitas yang baik adalah mereka yang telah memiliki “road map” yang jelas atas semua unsur kegiatannya yang seyognya dapat menimbulkan dampak positif baik untuk para anggotanya, bangsa dan negara.

Sudahkah kita berkomunitas dalam profesi kita?  

Salam Jempol!

Ikin Solikin

Jika kamu seorang HR, Yuk daftarkan dirimu di Komunitas Trainer Indonesia

Daftar melalui limk ini ya: HOTELIER.CO.ID/Trainer