Introducing Digital Recruitment-Part 1

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Seperti diulas pada artikel Sulitnya Mencari Karyawan Perhotelan, sudah sewajarnya bila hal ini berpengaruh besar terhadap tugas HRD yang terbilang cukup menantang. Lalu, bagaimana untuk menyikapi percepatan bisnis dan kebutuhan karyawan?

Ya, memang banyak cara untuk mendapatkan karyawan dan prosesnya memang harus berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.

Bila merujuk pada prosesnya dengan teori model apapun, maka proses rekruitment akan melalui 5 proses dibawah:

  1. Sourcing yaitu proses untuk mencari kandidat
  2. Screening adalah proses untuk filter kandidat
  3. Interviewing adalah proses untuk menggali informasi dari kandidat
  4. Selecting adalah proses untuk pengambilan keputusan atas proses recruitment
  5. On Boarding adalah proses penerimaan karyawan yang telah lolos dan diterima menjadi karyawan.

Lalu, apa peran “technology digital” dalam kelima proses tersebut? Kalau dikupas semua ya bisa kriting ini jempol saya, hehehe…

Baiklah, pada artikel ini kita kupas dari point pertama dulu ya.

Sourcing atau proses mencari kandidat bisa dilakukan dengan banyak cara. Baik offline maupun online.

Masih ingat dulu setiap hari sabtu atau minggu mungkin salah satu diantara kita pernah melihat koran untuk mencari lowongan kerja? Pertanyaannya:

  1. Apakah masih relevan bila kita gunakan cara tersebut pada saat ini?
  2. Berapa besaran anggaran yang harus Anda keluarkan?
  3. Apakah kandidat yang Anda terima relevan dengan yang Anda butuhkan?

Nah, tentu contoh kasus diatas sudah tidak relevan bila digunakan pada saat ini, karena kualitas kandidat dan besaran biaya yang Anda gunakan tidak sebanding.

Bila kita sepakat bahwa “Digital Recruitment” adalah cara baru yang lebih efektif dan effisien, lalu apa yang harus kita lakukan?

Dunia “Recruitment” sama persis dengan “Marketing” dimana proses mendapatkan hasil dimulai dari dua langkah dibawah:

1. Creating Brand Awareness

Mengenalkan merek ke pasar ongkosnya sangat mahal, divisi HR dan Marketing seharusnya seirama dan senada dalam menciptakan pengetahuan pasar terhap hotel Anda. Bila Anda HRD, maka pasar Anda adalah para calon tenaga kerja.

Nah, untuk penetrasi ke pasar secara digital, umumnya marketing akan berinvestasi baik dari sisi waktu mau pun uang seperti misalnya membuat webiste, merancang berbagai macam flyer/banner/poster secara digital yg disebar via social media, email, pay per click Adv, google Ad word, pasang banner advertising di portal digital dan lain-lain dimana semua aktifitas digital jauh lebih mudah untuk diukur, dianggarkan, ditargetkan dan dikendalikan. Melihat efektifitasnya, maka cara-cara ini terlihat sangat massif dilakukan, terutama hotel chain di Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan HR? Ya sama saja. Namun, kebanyakan hanya masih berfokus pada penyebaran poster via social media atau melalui portal lowongan kerja saja. Pertanyaannya, sejauh mana keefektifannya?

2. Brand Convertion 

Convertion artinya membuat prospect menjadi clients yang akhirnya membeli product kita. Nah, kalau untuk HR ya berarti besaran jumlah pelamar kerja yang masuk ke hotel Anda sesuai kriteria yang Anda inginkan. Untuk meng-convert dari prospect ke clients umumnya Sales & Marketing menggunakan tools seperti website yg berbasis Booking Engine, Online Travel Agent, Travel Agregrator, Global Distribution System dan lain-lain.

Lalu, bagaimana supaya para calon pelamar tidak hanya melihat “iklan” poster lowongan kerja yang telah kita sebarkan, namun mereka juga mau menyediakan waktu untuk melamar?

Ya, sama saja dengan marketing. Anda membutuhkan “Conversion Tools”. Kalau dalam istilah recruitment disebut sebagai “Job Engine” dimana job engine terpasang di website Anda. Memang investasi nya cukup besar, hingga saat ini hanya korporasi hotel kelas dunia saja yang memiliki engine ini. Untuk hotel lokal, memang beberapa sudah ada yang punya, namun belum menyentuh kepada fasilitas auto job distribution dan convertion channel yang berbasis buying cycle engine. 

Nah, selain itu divisi Marketing biasanya menggunakan OTA (online travel agent), sebaliknya khusus untuk job disebut “Job Board“, dimana Job Board tersebut terkoneksi dengan Job Aggregrator untuk penyebaran/ distribusi iklan sesuai sasaran yang kita inginkan. Job Aggregrator yang terkenal didunia dan tersedia untuk pasar indonesia adalah Indeed atau Trovit.

Solusi yg super powerful untuk marketing adalah Global Distribution System, sedangkan kalau untuk Jobs biasa disebut “Job board Market” dimana Anda bisa hanya dengan membeli applicants tanpa memasang iklan. Sayangnya solusi ini masih belum tersedia untuk pasar di indonesia.

 

Baca Juga: Digital Recruitment Part 2

Kontibutor:

Ikin Solikin

Indonesian Hospitality Learning Center

 

Like & Share
error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id