Hotel Budget Yang Kian Terjepit

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Pernahkah Anda menikmati Sandwich? Dalam teksturnya terdapat 3 lapis (yaitu Atas, Tengah dan Bawah) dimana posisi yang ditengah terdapat berbagai macam elemen yang sangat enak dan gurih untuk dinikmati.

Ilustrasi diatas  sama persis seperti segmentasi hotel dimana segmen kelas menegah ke bawah (Budget Hotel) sangat nikmat dan gencar digarap oleh para pelaku bisnis, baik oleh owner maupun para operator yang terus mengembangkan mereknya ke seantero negri. Situasi ini telah berlangsung mulai dari tahun 2009 dan puncaknya ditahun 2013-2014 dimana pertumbuhan hotel budget meningkat drastis (link beritanya: disini).

Binis hotel adalah sebuah bisnis yang sangat dinamis, pertumbuhan supply dan demand begitu cepat, banting harga pun terjadi dimana-mana. Contohnya: Hotel Bintang 4 bermain harga di Bintang 3, akhirnya harga bintang 3 pun menurunkan tarifnya di level Bintang Budget.

Lalu, bagaimana dengan si bintang Budget yang tergencet dari si Bintang atas? Apakah mereka tetap bisa bertahan diposisinya?

New Wave of Technology is Coming…

Belum selesai mendapat tekanan dari si Bintang Atas, ternyata Si Budget pun mendapatkan tekanan baru dari belahan bumi antah berantah yang bermain dilevel terbawah.

Mereka adalah “Indirect Competitor” yang siap menggerogoti “kue”-nya si Budget. Mereka adalah si Biru kembar bernama Airbnb yang merupakan pemain Global dan AiryRoom yang merupakan pemain lokal yang khusus menggarap segmen non bintang dan juga non hotel.

Jika Anda memposisikan Si Budget sebagai (Bed & Breakfast Hotel), Maka Airbnb dan AiryRoom siap menyulap Guest House, Apartment, atau pun Rumah menjadi tempat hunian yang nyaman dengan berbagai macam standard amenities layaknya hotel dengan harga yang “Super Affordable”. Bahkan, Airbnb pun sudah mulai menyasar segmen “corporate” yang merupakan “kue”-nya si Budget. Link beritanya disini

Jadi, Akankah si Budget tergencet dari atas dan terlibas dari bawah? Bagaimana solusinya?

Pertama adalah Service

Budget hotel di luar negri dan di Indonesia memang berbeda, karena karakter pasarnya juga berbeda. Orang Indonesia pengennya kalau sudah masuk hotel ya dilayani, terlepas konsep hotelnya adalah “Self Service”. Jadi, rancanglah jenis pelayanan Anda dan buat pembeda yang signifikan. Faktor pembeda bisa dari sudut pandang People, Process maupun Product.

Kedua adalah Konsistensi

Setelah Anda membuat rancangan pembeda dari sisi service, maka lakukan secara konsisten dan pastikan “Guest Review” diberbagai channel terkelola dengan baik supaya Online Reputation Anda juga terlihat baik dimata potential customer.

Ketiga adalah Mikir

Berfikirlah jauh kedepan, melihat dari berbagai macam perspective baik internal dan external untuk membuat karya terbaru. Mikir dan bertindak haruslah seimbang.

Keempat adalah Cara Jualan 

Gunakan pola jualan yang Anda rasa cocok untuk hotel Anda sendiri dalam menggarap segmen yang Anda bidik. There is no one size fits for all. Jadi, gunakan cara gila Anda sendiri-sendiri.

Terlepas kedua pemain tersebut bermain dibawah segmen Budget Hotel (Indirect Competitor), maka tidak menutup kemungkinan bahwa pasar hotel budget lambat laur akan tergerus dan sebelum hal tersebut kian terasa, maka keempat hal tersebut layak untuk diexplore dan dicoba. (link artikel: disini)

Jadi, sudah siapkah Anda menyongsong persaingan yang kian ketat? Akankah Anda tergencet seperti berada pada posisi tengah sebuah Sandwitch? atau Mampukah Anda keluar dari dua gencetan sekaligus? 

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Memilih OTA Berdasarkan Pasarnya 

Mengggunakan Opaque Pricing 

Konversi Direct Booking Dengan Meta Search Engine

Bagaimana Cara Kerja Digital Distribution Channels di Hotel? 

Peta Distribusi Penjualan Global 

Intro to Fundamental Revenue Management 

Price WAR, Kapan Berhenti?

Revenue Management Key Indicators 

OTA vs Direct Booking

Analytic: Pilih Occupancy Tinggi atau ADR?

Channel Manager Sebagai Alat Kontrol Distribusi 

 

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id