Ganti Bos, Kenapa Harus Ganti Title?

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Pernah dengar rekan kerja Anda mengatakan hal dibawah ini?

“Wah…, tiap ganti bos, pasti title-nya diganti-ganti. Padahal mah kerjaannya sama… ”

Saya sering sekali mendengar keluhan-keluhan, komentar-komentar akan ketidaknyamanan karyawan pada saat ada perubahan manajer. Manajer yang baru, datang dengan visi-visi barunya untuk tujuan mulia yaitu memperbaiki kinerja perusahaan. Tetapi, apa hasilnya?

Pada saat kinerja sebuah departemen menurun, biasanya yang dinilai tidak berhasil adalah manajer dari departemen tersebut. Akhirnya, terjadilah perubahan pucuk pimpinan, dimana seorang manajer baru direkrut untuk memberi darah segar serta mendongkrak kinerja departemen ini.

Manajer baru perlu membuktikan kemampuannya dan menerjemahkan ide-idenya ke dalam tindakan-tindakan nyata yang termasuk di dalamnya adalah perubahan-perubahan yang dirasa perlu untuk mencapai tujuan. Perubahan cara kerja, perubahan cara penilaian, perubahan title yang dirasa dapat mencerminkan pekerjaan karyawannya dengan lebih baik dan lebih menjual, dan perubahan gaya kepemimpinan.

Catatannya adalah: beberapa karyawan dapat memahami dan menjalani perubahan tersebut dengan nyaman, tetapi beberapa tidak.

Jika memang sesudah observasi yang seksama perubahan tersebut perlu dilakukan, artinya perubahan ini adalah perubahan yang positif. Tetapi, jika perubahan dilakukan karena “saya tidak bisa bekerja dengan si A”, artinya perubahan yang hanya akan menghabiskan dana perusahaan, tetapi bukan mengerucut kepada perbaikan kinerja yang di dapat. Di poin inilah perubahan akan berpotensi berdampak pada kemunduran suasana kerja yang berimbas kepada kemunduran motivasi karyawan dalam bekerja.

Perubahan yang positif hendaknya harus dikomunikasikan dengan jelas dan transparan ke seluruh karyawan di departemen yang bersangkutan. Sehingga mereka mengerti; apa, kenapa, dan bagaimana sebuah perubahan akan dilakukan dan mereka mampu memahami dampak yang akan dihasilkan.

Jika mereka memahami, maka sang manajer baru akan mendapatkan “employee engagement” atau “keterlibatan karyawan” dalam strategi perubahan yang akan dilakukan. Akan lebih mudah bagi manajer dan karyawan jika semua terlibat di dalam perubahan tersebut. Sehingga, kesuksesan dalam perubahan dapat terwujud.

Keterlibatan seperti yang saya sebutkan di atas tidak mudah, perlu waktu dan komunikasi yang baik. Komunikasi adalah kunci keberhasilan perubahan yang positif sehingga karyawan-karyawan Anda tidak bergunjing dan mengatakan “Ganti Bos, Ganti Title”!

By Ade Noerwenda

About The Author 

16 years experience in hospitality industry with the latest position as Director of Human Resources Malaysia, Indonesia, Singapore at Accor (2008-2014). Today, I build and manage Dinamis Indonesia, a Human Resources and Corporate Social Responsibility Consultant

http://www.dinamisindonesia.com

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id