5 daya tarik pengunjung ke restaurant

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id – Dua hari yang lalu saya sarapan di sebuah rumah makan yang menyajikan menu mie ayam khas bandung di sebelah pasar Pathuk Kota Yogyakarta. Rumah makan yang saya kunjungi tersebut sangat sederhana atau bisa saya sebut tempat tinggal yang disulap menjadi rumah makan.
Akan tetapi,rumah makan ini selalu saja ramai pembeli bahkan sampai ada waiting list apabila kita datang di saat yang tidak tepat. Saya mencoba mengamati hal apa yang membuat pengunjung untuk tertarik makan disini mengingat menu Yamie atau mie ayam sedang trend di Jogja.
Berdasarkan pengamatan saya ada beberapa hal yang menjadi kelebihan dari rumah makan tersebut sehingga tak pernah sepi dari pengunjung.
Hal-hal apa saja yang bisa membuat pengunjung tertarik dengan rumah makan ini ?

  • Kebersihan

Kebersihan di rumah makan ini menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung mau untuk makan disini. Yang pertama adalah tidak adanya sampah yang berserakan di dalam rumah makan, yang kedua adalah kesigapan pramusaji didalam melakukan clean up meja setelah pengunjung meninggalkan meja mereka sehingga meja tersebut siap untuk digunakan oleh pengunjung berikutnya, yang ketiga adalah letak tempat cuci piring yang berada di belakang rumah makan sehingga pemandangan tumpukan mangkok yang kotor dan air untuk cuci piring yang membuat nafsu makan kita berkurang bila dilihat pun tidak ada, jadi kita bisa makan dengan nyaman tanpa harus memandang tumpukan mangkok kotor dan teman-temannya.

  • Keramahan seorang Owner

Yap, di rumah makan ini, kamu akan langsung dilayani oleh sang owner dan istrinya. Si pemilik rumah makan ini tidak canggung untuk sekedar ngobrol dengan pelanggannya, beliau akan mengunjungi di setiap meja pelanggan hanya untuk menanyakan kekurangan dan kualitas menu yang dihidangkan. Selain itu bentuk keramahan seorang owner yang lainnya, kita juga diberikan satu toples berisi kerupuk dan piring kecil berisi sambal sebagai pemanasan sambil menunggu menu yang kita pesan dihidangkan oleh pramusaji. Owner dari rumah makan ini pun tidak segan untuk meminta maaf apabila pelanggan mulai bosan menunggu menu yang disajikan dan welcome apabila ada keluhan.

  • Waktu penyajian yang tidak lama

Terkadang seorang pelanggan mulai bosan ketika harus berlama lama menunggu menu yang ia pesan dihidangkan. Waktu penyajian yang lama bisa menjadi alasan pelanggan untuk tidak mau kembali lagi ke restaurant atau rumah makan yang kita kelola. Untuk di rumah makan ini, kita hanya menunggu paling lama 10 menit, dan waktu 10 menit tersebut tidak akan terasa karena di meja kita sudah ada kerupuk dan sambal yang menjadi teman setia untuk menunggu.

  • Kualitas menu dan pelayanan yang dihidangkan sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Orang jawa selalu mengatakan “ Ono rupa ono rega” bila diartikan adalah semakin baik kualitas menu dan pelayanan yang dihidangkan akan semakin mahal pula harganya. Akan tetapi, masih banyak kita jumpai restoran yang menerapkan harga tinggi pada menunya tapi tidak sebanding dengan kualitas menu yang dihidangkan dan juga pelayanan yang tidak memuaskan. Begitu juga dengan rumah makan yang saya kunjungi ini, untuk satu porsi Yamie seharga Rp 18.000 yang bagi sebagian orang dirasa cukup mahal bila dibandingkan dengan harga mie ayam di pinggir jalan atau yang keliling komplek perumahan dan perkampungan. Akan tetapi, menurut saya pribadi pengeluaran uang Rp 18.000 untuk satu porsi Yamie di rumah makan dan pelayanan yang diberikan tersebut sangat sebanding karena Yamie nya emang enak, kaldu kuahnya pun terasa gurih dan tidak berminyak, daging ayam cincangnya pun juga tidak pelit.

  • Variasi menu yang dijual

Hal terakhir yang menjadi daya tarik pelanggan untuk Rumah makan ini menurut saya adalah banyaknya menu yang dijual. Apabila pelanggan tidak begitu suka makan mie jangan khawatir karena di rumah makan ini juga menyediakan bubur ayam yang lezat dan gurih, atau bisa juga mencicipi menu siomay kuah khas bandung yang menggugah selera.

Kelima daya tarim dari rumah makan tersebut bisa dijadikan contoh rumah makan atau restoran yang berfokus ke kepuasan pelanggan. Oiya dari tadi saya belum menampilkan nama rumah makan tersebut ya? Okelah.. bila kamu berkunjung ke Jogja, jangan lupa untuk mampir ke Rumah makan Mie Bandung 59 di Jalan Beskalan, Ngupasan atau sebelah pasar Pathuk Yogyakarta dan dijamin selain perut kenyang, kamu juga akan puas dengan pelayanannya. Jam buka rumah makan tersebut dari pukul 09.00 sampai pukul 12.00.

Inti dari artikel ini adalah untuk membuat pelanggan menjadi tertarik dengan restaurantmu, hal yang perlu kamu perhatikan adalah Kebersihan, keramahan seorang owner atau Manager restaurant, waktu penyajian menu, dan kualitas menu dan pelayanan yang sebanding dengan harga ,serta adanya varian menu lain yang bisa dipilih sesuai dengan selera pelanggan. Kepuasan pelanggan termasuk sarana promosi yang gratis ,mengapa bisa demikian? Karena apabila pelanggan merasa puas terhadap menu dan pelayanan yang kita berikan maka mereka akan dengan senang hati untuk mempromosikan kepada keluarga ataupun kepada relasinya.

Suasana rumah makan mie bandung 59 yang penuh dengan pelanggan

Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasimu untuk terus berusaha memberikan pelayanan yang optimal untuk kepuasan pelanggan.

Salam jempol!!
By Galih Satria Hutama

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id