Cara Menghitung RevPar Dalam Bisnis Perhotelan

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – setelah kita belajar cara menghitung Occupancy (OCC), Average Room Rate (ARR) dan Average Daily Rate (ADR), maka dalam artikel ini kita akan belajar bagaimana cara menghitung RevPAR.

Jika pada zaman dahulu performa hotel hanya diukur dengan Occupancy dan Average Room rate, maka industri hotel yang sangat dinamis ini berevolusi dalam tata kelolanya, terutama dibidang keilmuan Revenue Management yang selalu berubah, menyesuaikan tuntutan bisnis yang kian menantang.

Istilah RevPar umumnya hanya diketahui oleh kaum elit, yaitu mereka para eksekutif dan manajer yang memang salah satu pekerjaannya adalah mengontrol revenue (Pendapatan).

RevPar adalah salah satu indikator yang biasa mereka gunakan, terutama bagi GM, Revenue Manager, Sales & Marketing dan Front Office. Namun, sesuai misi dari hotelier.co.id, kami ingin semua orang belajar dan mengetahui seluk beluk operasional dan bisnis, sehingga semua karyawan disemua level dapat lebih peduli terhadap bisnis dihotelnya masing-masing.

Lalu, Apa RevPar Itu? Bagaimana cara menghitungnya? Dan Apa Gunanya?

Definisi RevPAR

RevPar merupakan kepanjangan dari “Revenue Per Available Room” yang merupakan salah satu matrix dari sekian banyak indicator yang digunakan dalam bisnis perhotelan, yaitu dengan cara menghitung “rata-rata pendapatan kamar hotel” berdasarkan “jumlah kamar yang tersedia” dalam periode kurun waktu tertentu.

Bagaimana Cara Menghitung RevPar?

Terdapat dua cara dalam pengihitungannya, cara pertama adalah dengan mengkalikan antara “Average Daily Room Rate (ADR)” dengan “Occupancy Hotel”. Sedangkan cara kedua adalah dengan Membagi antara “Total Room Revenue” dengan “Total Room Available” pada kurun waktu periode tertentu.

Contoh Ilustrasi  Penerapannya adalah Sebagai berikut:

  • Nama Hotel : Kapita Hotel
  • Kelas Bintang: Hotel Bintang 4
  • Tanggal Bisnis : 7 Juli 2017
  • Jumlah Kamar yang tersedia (Room Availability): 100 Kamar
  • Jumlah Kamar yang Terjual (Room Sold): 65 Kamar
  • Jumlah Pendapatan Kamar (Total Room Revenue): IDR 50.000.000

Menggunakan Rumus Pertama

RevPAR= IDR 769.230 (Average Daily Rate) X 65% (Occupancy) = IDR 500.000 (pembulatan dari IDR 499.999.5)

Menggunakan Rumus Kedua

RevPAR = IDR 50.000.000 (total room revenue) / 100 Kamar (Total Room Available) = IDR 500.0000 per  Available Room

Manfaat Dari Mengetahui RevPAR:

Manfaat Pertama: dari ilustrasi diatas diketahui bahwa rata-rata harga kamar per hari (ADR) berada diharga IDR 769.230, namun bila dihitung dari keseluruhan jumlah kamar yang dimiliki maka hanya menghasilkan rata-rata harga IDR 500.000, yaitu dengan tingkat occupancy sebesar 65%. Dengan demikian, kita dengan pasti dapat mengetahui hasil pendapatan “per kamar” yang masuk ke kantong kas hotel.

Berbeda dengan “Average Room Rate” atau “Average Daily Rate” yang hanya menghitung rata-rata harga jual berdasarkan kamar yang “terjual” atau “terhuni” saja, sedangkan kamar yang tidak laku tidak dihitung. Sehingga, angkanya kurang real. Kenapa? Karena kamar yang “laku” dan yang “tidak laku” ada beban biaya operasionalnya yang juga harus dihitung. Dengan RevPar, maka cara penghitungannya lebih merata.

Manfaat Kedua adalah Manager akan lebih memahami “tingkatan keterisian” dan “nilai produktifitas” dari keseluruhan jumlah kamar yang dimiliki hotel, sehingga Manager dapat mencari strategi untuk lebih “memaksimalkan inventori” dan manaikkan “potensi revenue” yang dimiliki.

Manfaat Ketiga adalah Manager dapat mengetahui berapa “jumlah pendapatan” hotel “per kamar” dari total keseluruhan “ketersediaan kamar” yang dimiliki, sehingga dapat dengan mudah menghitung nilai valuasi asset jika dibutuhkan dikemudian hari untuk keperluan investasi dan menunjang dalam pengelolaan asset jangka panjang.

Hal ini penting karena, bila merujuk pada berbagai teori tentang asset & investment management dibidang perhotelan dan sudah banyak diterapkan, maka dalam proses penghitungan investasi dihitungnya Per Room Bay basis (per kamar) dan untuk menentukan harga jual salah satunya adalah dengan cara membagi nilai investasi per kamar dengan bilangan 1000.

Contoh ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Anda berinvestasi untuk hotel bintang empat dengan nilai investasi sebesar 800Jt per Kamar X 100 kamar atau setara IDR 80M, maka penghitungan harga yang ideal adalah 800Jt/1000 = IDR 800.000 per kamar per malam. Jadi, rata-rata harga jual Anda per kamar  berada diangka IDR 800.000 per Malam. Jadi RevPar yang ideal adalah berada dikisaran harga IDR 800.000. Jika penerapan harga salah, maka bisa berimbas kepada tingkat periode Return On Investment yang berpotensi meleset dari range standard dibisnis perhotelan sesuai segmen hotel yang dibangun.

Tentunya ilustrasi tersebut disesuaikan lagi dengan kondisi pasar, demografi pelanggan dan sasaran yang akan dibidik yang tentu saja harus sesuai dengan level bintang yang disandang dan tidak saklak harus berada diangka IDR 800.000, ada kalanya naik dan juga turun sesuai demand & supply yang dihadapi oleh hotel dari waktu ke waktu.

Jadi, Sudahkah Anda menerapkan indikator RevPar hari ini? 

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Pelajari Juga Artikel Menarik dibawah:

Beban Biaya Operasional Hotel Yang Harus Kamu Ketahui

Perang Harga, Kapan Selesai?

Cara Menghitung Occupancy Hotel (OCC %)

Cara Menghitung Average Room Rate (ARR)

Cara Menghitung Average Daily Rate (ADR)

Menerapkan Budaya Revenue Management 

Dua Jenis Strategi Yang Paling Banyak Digunakan di Hotel

Like & Share

5 thoughts on “Cara Menghitung RevPar Dalam Bisnis Perhotelan

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id