Cara Menghitung NRevPAR di Perhotelan

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id –Meresponse semakin rumitnya mengelola hotel dimana beban biaya terus merangkak  naik, maka hotel pun dituntut harus bisa mengimbangi laju situasi yang sedang maupun yang akan dihadapi dengan sangat baik. Oleh karena itu, saat ini sudah ada lagi konsep pengelolaan manajemen pendapatan yang disebut NRevPAR yang diterpakan diperhotelan.

Setelah kita belajar cara menghitung Occupancy (OCC), Average Room Rate (ARR), Average Daily Rate (ADR), dan RevPAR, maka dalam artikel ini kita akan belajar Apa sih NRevPAR itu? dan Bagaimana cara menghitungnya?

Apa Sih Definisi NRevPAR?

NRevPar merupakan kepanjangan dari “Net Revenue Per Available Room” yang merupakan salah satu matrix dari sekian banyak indicator yang digunakan dalam bisnis perhotelan, yaitu dengan cara menghitung “rata-rata pendapatan bersih kamar hotel” berdasarkan “jumlah kamar yang tersedia” dalam kurun waktu tertentu.

Cara menghitung NREVPAR sama persis dengan RevPAR, yang membedakan dalam penghitungan NREVPAR ini adalah kita harus menghilangkan komponen biaya-biaya distribusi penjualan, komisi, atau transaction fee yang umumnya melekat pada penjualan harga kamar.

Contoh fee yang melekat pada penjualan kamar yang dihilangkan dari Total Room Revenue tersebut antara lain sebagai berikut:

Part 1: Distribution Fee 

Misalnya fee yang berhubungan dengan biaya distribusi penjualan kamar seperti pembayaran membership untuk Global Distribution System, Pembayaran alat-alat distribusi seperti langganan biaya atau komisi untuk white label Booking Engine Hotel dan biaya rental Channel Manager dan biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan distribusi penjualan yang disediakan oleh pihak ketiga.

Part 2: Biaya Komisi

Misalnya komisi yang diberikan kepada Online Travel Agent atau makelar offline dan online lainnya.

Part 3: Transaction Fee

Misalnya biaya yang dibebankan oleh Payment Gateway pada saat proses konversi transaksi penjualan kamar secara online. Misalnya biaya yang dibebankan oleh provider Payment Gateway seperti Verify Trans, Doku, dan lain-lain.

Dengan menghilangkan tiga jenis biaya tersebut dalam penghitungan “Rata-Rata Pendapatan Bersih Per Kamar”, maka proses penghitungan menjadi lebih “transparan” dan dapat mengidentifikasikan pendapatan bersih per kamar dari total kamar  yang tersedia yang memang akan kita nikmati sebagai pendapatan murni yang sudah dikurangi biaya makelar dan biaya alat distribusi penjualan.

Bagaimana Cara Menghitung NRevPar?

Cara pertama dalam menghitung NRevPar adalah  “Average Daily Room Rate (ADR)” dikurangi dengan beban biaya penjualan, lalu dikalikan dengan “Occupancy Hotel”.

Rumus 1: NRevPAR = (ADR – Distribution Cost) X Occupancy %

Cara kedua adalah dengan Membagi “Total Room Revenue” dikurangi dengan beban biaya penjualan, lalu dibagi dengan “Total Room Available” pada periode tertentu.

Rumus 2: NRevPAR = (Room Revenue – Distribution Costs) / Available Rooms

Contoh Ilustrasi  Penerapannya adalah Sebagai berikut:

  • Nama Hotel : Kapita Hotel
  • Kelas Bintang: Hotel Bintang 4
  • Tanggal Bisnis : 7 Juli 2017
  • Jumlah Kamar yang tersedia (Room Availability): 100 Kamar
  • Jumlah Kamar yang Terjual (Room Sold): 65 Kamar
  • Contoh Komponen Biaya Penjulan: 20% Komisi untuk Online Travel Agent
  • Jumlah Pendapatan Kamar (Total Room Revenue): IDR 50.000.000
  • Jumlah Pendapatan Kamar bersih (Total Net Room Revenue) = (IDR 50.000.000 – IDR 10.000.000) atau 20% Commission fee)  = IDR 40.000.000
  • Net Average Daily Rate = (IDR 769.231 – IDR 153.846 atau 20% commission fee) = IDR 615.385

Rumus Pertama

NRevPAR = (IDR 615.385 NADR X 65% Occupancy) = IDR 400.000 Net Per Kamar Yang Tersedia

Rumus Kedua   

NRevPAR= IDR 40.000.000 Total Net Revenue / 100 Room Available = IDR 400.000 Net Per Room Available  

Jadi, dalam ilustrasi diatas bahwa setelah jumlah pendapatan kamar dikurangi dengan biaya distribusi penjualan, maka rata-rata pendapatan bersih per kamar dari Kapita Hotel pada tanggal 7 Juli 2017 adalah sebesar IDR 400.000 per Kamar Yang Tersedia dari total keseluruhan kamar yang ada.

Apa Manfaat Dengan Mengetahui Besaran NRevPAR dihotel kita?

  • Manager dan owner dapat membuat strategic planning yang lebih tertata dalam memilih berbagai macam alat-alat distribusi penjualan kamar bagi hotelnya. Misalnya; memilih jalur distribusi yang tepat dengan beban biaya penjualan yang lebih murah dan efektif.
  • Besaran nilai pendapatan bersih bagi hotel dapat diketahui dan lebih transparan. Karena kita telah menghilangkan komponen biaya distribusi penjualan.

Penerapan Dilapangan

Setelah ngobrol dan ngopi bareng temen-temen Revenue, pada prakteknya konsep ini rada rumit untuk diterapkan karena banyaknya jumlah alat distribusi yang digunakan dihotel, sebut saja salah satunya adalah OTA; ada berapa banyak OTA yang Anda kelola?

Khusus untuk penjelasan alat-alat distribusi penjualan akan kita bahas pada artikel selanjutnya. Intinya: Konsep ini bisa dilakukan selama kita benar-benar jeli dalam memilih dan memfokuskan kepada alat distribusi yang efektif dan effisien yang diimbangi dengan system tata kelola yang terintegrasi.

Jadi, sudahkah Anda berfikir bahwa Room Revenue yang Anda hasilkan masih terdapat biaya distribusi penjulan? Sudahkah Anda mulai menghitung NRevPar sebagai Indicator di hotel Anda?

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Pelajari Juga Artikel Menarik Dibawah:

Cara Menghitung Occupancy Hotel

Cara Menghitung Average Room Rate

Cara Menghitung Average Daily Rate

Cara Menghitung RevPAR

Menanamkan Budaya Revenue Management

Pilih OTA atau Booking Engine Sendiri?

Pentingnya Channel Manager Sebagai Alat Pengatur Distribusi Inventory    

Like & Share

One thought on “Cara Menghitung NRevPAR di Perhotelan

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id