Cara Menghitung Hotel Occupancy

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Bila Anda bekerja di hotel, maka salah satu tugas kita adalah menjaga bisnis hotel tempat kita bekerja. Untuk mengetahui “tingkatan bisnis” di hotel, maka Anda harus mengetahui berbagai macam indikator-indikator yang digunakan, salah satunya adalah “Occupancy Hotel”. Lalu, apa definisi dari Hotel Occupancy, Bagaimana Cara Menghitungnya? dan Apa manfaatnya? 

Definisi Hotel Occupancy

Merujuk pada berbagai sumber, Occupancy adalah tingkatan jumlah hunian kamar hotel yang dihitung berdasarkan besaran jumlah kamar yang “disewa” oleh tamu dan dibandingkan dengan “jumlah kamar yang tersedia” pada periode kurun waktu tertentu.

Rumus Menghitung Occupancy Hotel 

Cara menghitung Occupancy adalah Room Sold (kamar yang terjual) dibagi dengan Room Availibility (Jumlah Kamar yang tersedia) dikali dengan 100%. Hasil akhir dari penghitungannya adalah berupa index persentase yang diukur dari 0% hingga 100% dimana nilai persentase tertinggi adalah merupakan indicator terbaik bagi hotel.

Rumus Menghitung Occupancy

(Room Sold / Room Available) X 100%

Contoh skenario penerapannya adalah sebagai berikut:

  • Nama Hotel : Kapita Hotel
  • Tanggal Bisnis : 7 Juli 2017
  • Room Availability : 100 Room
  • Room Sold: 70 Room

Maka, Occupancy pada Kapita Hotel adalah: (70 Room Sold / 100 Room Availability) X 100% = 70%.

Jadi, dalam ilustrasi diatas, tinggkat hunian kamar (Occupancy) pada Kapita Hotel pada tanggal 7 July 2017 diketahui sebesar 70% dari total kamar yang tersedia.

Besaran occupancy ini dapat dihitung sebelum tanggal bisnis berjalan yang biasa disebut sebagai Forecast atau setelah tanggal bisnis dilalui.

Apa Manfaat Dari Mengetahui Jumlah Occupancy?

Setelah kita mengetahui volume bisnis berdasarkan occupancy, maka hotel dapat:

  • Mengidentifikasikan volume pekerjaan yang akan/sudah kita lalui.
  • Menyiapkan jumlah tenaga kerja sesuai dengan volume bisnis tersebut
  • Menyiapkan berbagai bahan-bahan perlengkapan untuk pembersihan kamar
  • Menyesuaikan jumlah bahan-bahan yang digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman
  • Mengidenfikasi peluang bisnis atau menyesuaikan harga kamar
  • Mengidentifikasikan sehat atau tidak sehatnya hotel dalam pelaksanaan operasional hotel
  • Menjadi bahan pertimbangan bagi owner hotel untuk mengambil keputusan strategis

Jadi, sebagai insan perhotelan dengan mengetahui cara menghitung occupancy dan berbagai manfaat didalamnya, maka kita dapat lebih peka dan menyiapkan diri kita dalam bekerja ketika menerima informasi mengenai Occupancy Hotel. Occupancy adalah salah satu dari sekian banyak jenis-jenis indikator bisnis yang digunakan di hotel.

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin  

Pelajari Juga Artikel Menarik dibawah:

Pentingnya Forecast Sebagai Alat Manajemen Hotel 

Menerapkan Konsep Dynamic Rate 

Pentingnya Channel Manager Sebagai Alat Distribusi Penjualan Kamar 

Like & Share
error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id