Cara menghitung CPOR di Hotel

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Setelah kita mempelajari berbagai macam indicator yang digunakan dalam Revenue Management, maka  dalam artikel ini akan diulas tentang bagaimana cara menghitung Cost Per Occupied Room (CPOR) yang merupakan salah satu indicator penting dalam menjaga bisnis di hotel Anda.

Definisi Cost Per Occupied Room (CPOR)

CPOR  adalah salah satu dari sekian banyak indicator yang digunakan diperhotelan yang digunakan untuk mengetahui biaya per kamar yang dihuni, baik yang berbayar maupun yang gratisan seperti inhouse atau complimentary.

Cara menghitungnya tidak serumit istilahnya yaitu dengan cara “Membagi Total Beban Baiya Operasional Kamar dengan Total Jumlah kamar yang dihuni”

Rumusnya sebagai berikut:

CPOR= Total Room Expense / Total Room Occupied

Contoh Ilustrasi Penerapannya adalah Sebagai berikut:

  • Nama Hotel : Kapita Hotel
  • Kelas Bintang: Hotel Bintang 4
  • Tanggal Bisnis : 7 Juli 2017
  • Total Kamar Terhuni (Room Occupied): 67 Kamar
  • Jumlah Biaya Operasional Kamar (Total Room Expense): IDR 10.000.000

CPOR= IDR 10.000.000 / 65 Kamar = IDR 153.846 per kamar yang terhuni.

Jadi, dari contoh penerapan ilustrasi diatas, maka beban biaya operasional untuk Kapita Hotel pada tanggal 7 Juli 2017 adalah sebesar IDR 153.846 per kamar yang terhuni.

Catatan dalam proses penghitungan CPOR adalah sebagai berikut:

Merujuk pemaparan dari Dr. William D. Frye, Ph.D., CHE AH&LEI dalam bukunya yang berjudul “Managing Housekeeping Operations”, maka variable beban biaya per kamar yang dimasukkan dalam penghitungan adalah sebagai berikut:

Pertama, Biaya Pegawai

Supaya penghitungan menjadi lebih akurat, maka disarankan untuk menghitung rata-rata biaya pegawai yang dialokasikan dalam pembersihan kamar (housekeeping) dibagi dengan total kamar yang terhuni dalam periode waktu tertentu. Inilah salah satu bagian peran penting HR sebagai strategic business partner dalam mengawal kesuksesan hotel dengan cara memonitor jumlah tenaga kerja yang disesuaikan dengan volume bisnis bersama-sama dengan departemen terkait.

Kedua, Cleaning supplies dan amenities.

Hitung rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk pembelian amenities yang dikonsumsi sesuai tingkat hunian seperti sabun, shampo, conditioner, body lotion, tussue toilet, gula, kopi dan air mineral.

Selain itu, hitung rata-rata pengeluaran untuk pembelian bahan kimia dan perlengkapan lain yang digunakan secara langsung untuk pembersihan kamar seperti disinfektan, pembersih kaca, pembersih toilet dan bahan kimia untuk memoles furniture.

Ketiga, Pengeluaran Biaya Laundry

Jika kamar terhuni, maka setelah tamu tersebut check out pasti akan dicuci kembali. Oleh karena itu, hitunglah rata-rata biaya laundry dengan menambahkan biaya-biaya seperti beban biaya pegawai laundry (jika proses dilakukan secara internal), biaya chemical, dan biaya utilitas yang digunakan dalam proses pencucian seperti air atau listrik, lalu bagi semua komponen biaya tersebut dengan jumlah kamar yang terhuni.

Keempat, adalah Biaya Utilities.

Ketika kamar dihuni maka lampu akan dinyalakan oleh tamu, mereka juga nonton TV, mandi pakai air panas, menyalakan AC atau perlengkapan elektronik lainnya.

Biaya utilitas per kamar ini umumnya tidak satu-satu diberikan meteran listrik atau air disetiap kamar,  namun pannel kebanyakan di install secara tersentraslisasi, misalnya per lantai. Oleh karena itu, beban biaya ini dapat dihitung secara estimasi yaitu dengan membagi total biaya utilitas dengan jumlah kamar yang dihuni.

Kelima, Biaya Perawatan atau Renovasi

Umumnya agar tampak segar dari masa ke masa hotel akan melakukan perawatan rutin atau bahkan renovasi. Oleh karena itu, beban biaya yang dicadangkan adalah  sebesar 3% dari harga jual (Room Rate) per malam. Jadi, masukkan hitungan dengan rumus (3% X Room Rate) dan jumlahkan hasilnya kedalam struktur beban biaya per kamar yang dihuni.

Keenam, Biaya Reservasi dan Komisi

Beban biaya yang dimaksud tidak termasuk kedalam struktur biaya-biaya variable keperluan housekeeping dalam pembersihan kamar diatas. Namun, beban biaya ini merupakan jenis biaya variable yang tergantung dengan tingkat hunian kamar.

Variable biayanya antara lain: totalkan biaya staff reservasi atau eCommerce, insentive dan biaya komisi distribusi penjualan per kamar lalu dibagi dengan total kamar yang dihuni.

Jadi kesimpulannya adalah Cost Per Occupied Room merupakan beban biaya hotel yang dikeluarkan per kamar yang dihuni, baik oleh tamu berbayar maupun yang gratisan. Proses penghitungannya adalah dengan menjumlahkan semua variable biaya yang digunakan untuk memproduksi kamar yang bersih dan digunakan oleh tamu.

Cara menghitungnya simple, Anda tidak harus ahli matemateka atau Calculus, karena hanya menjumlah dan membagi variable tertentu saja. Penting atau tidaknya artikel ini tergantung dengan bagaimana Anda melihatnya.

Pendekatan costing ini juga merupakan salah satu model penghitungan biaya berdasarkan aktifitas  atau lazim disebut sebagai Activity Based Costing yang umum diterapkan di industri perhotelan di seluruh dunia.

Tingginya tingkatan occupancy bukanlah satu-satunya indicator dalam meraih keuntungan, karena setiap pergerakan kenaikan persentase occupancy akan timbul biaya. Untung atau rugi bisnis Anda sangat tergantung dengan variable indicator lainnya. Detail korelasinya akan dibahas dalam artikel terpisah yang membahas mengenai topik “Analytic Revenue Management”

Sudahkah Anda menghitung biaya per kamar Anda?

Salam Jempolier!

By Ikin Solikin

Pelajari Juga Artikel Menarik Dibawah:

Cara Menghitung Occupancy Hotel

Cara Menghitung Average Room Rate (ARR)

Menerapkan Dynimic Pricing

Pentingnya Channel Manager Sebagai Alat Distribusi Penjulan Kamar

Menjual Via Booking Engine VS Online Travel

Menerapkan Budaya Revenue Management

Like & Share

One thought on “Cara menghitung CPOR di Hotel

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id