Cara memberikan teguran yang baik

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id- Seseorang ketika sedang bekerja terkadang melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kesalahan adalah hal yang biasa apabila tidak terulang kembali karena dengan melakukan kesalahan, seseorang menjadi tahu cara yang benar. Tetapi masalahnya terkadang seorang pemimpin terlalu ekstrim didalam memberikan teguran terhadap staffnya, sehingga seorang staff tersebut merasa sakit hati dan berharap untuk segera resign dari tempat kerja. Tentu saja seorang pemimpin tidak menginginkan hal tersebut, terlebih lagi apabila staff yang mengajukan mengundurkan diri adalah staff yang memiliki kinerja di atas rata-rata.

Dibutuhkan cara tersendiri untuk memberikan teguran yang baik supaya staff  tidak merasa sakit hati.Bagaimana caranya?

Berikut ini adalah cara memberikan teguran yang baik untuk staff :

  • Di dalam memberikan teguran, sebaiknya pimpinan (manager) memanggil staff tersebut di dalam sebuah ruangan agar bisa berbicara secara langsung.
  • Diusahakan ruangan tersebut tidak terdapat orang lain, apabila seorang manager memberikan teguran seorang staff di hadapan banyak orang akan menggoncang psikologis staff tersebut karena merasa malu dan menjadi bahan perbincangan orang.
  • Mulai bertanya agar manajer mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Sebisa mungkin jangan menghakimi agar  staff tidak merasa takut untuk menyampaikan penjelasannya. Mulai menegur dengan mengingatkan tentang hasil pekerjaan yang sama yang pernah dilakukan dengan sempurna. Lalu sampaikan hasil pekerjaan yang Anda anggap masih kurang tepat atau tidak sesuai dengan harapan Anda.
  • Biarkan  staff memberikan penjelasan kronologis sampai selesai. Terkadang laporan yang diterima atasan tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Dengan adanya penjelasan dari seorang staff, manajer pun dapat mengetahui kejadian yang sebenarnya dan memahami level keterampilan staff dalam melakukan pekerjaannya.
  • Ketika memberikan feedback berupa teguran lisan diharapkan jangan memakai emosi karena dengan emosi, suasana percakapan pun akan berubah menjadi debat kusir dan hanya akan menambah runyam permasalahan karena tujuan dari pemanggilan selain memberikan teguran juga untuk mencari solusi dan jalan keluar yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
  • Di dalam memberikan teguran lisan, hindari kata-kata yang bersifat konfrontatif  seperti mengumpat atau berkata-kata kasar (seperti “bodoh”,”goblok”,”gitu aja tidak becus”) dan diusahakan agar tetap menjaga suasana percakapan tetap hangat sehingga membuat nyaman staff tersebut.
  • Setelah staff mengakui kesalahan dan meminta maaf serta memberikan komitmen untuk berubah, maka sebaiknya manajer kembali melakukan respon yang positif dengan berjabat tangan, tujuannya agar suasana hati karyawan bisa kembali seperti semula. Selain itu dengan berjabat tangan, hubungan antara staff dan manajer pun menjadi lebih dekat. Ketakutan yang hinggap di dalam perasaan staff pun menghilang seusai berjabat tangan.
  • Selepas pemanggilan dan memberikan teguran lisan, seorang manager haruslah tetap bersikap hangat terhadap staff tersebut supaya  staff tidak merasa dikucilkan ataupun merasa tidak disukai akibat melakukan kesalahan.
  • Berikan pendampingan agar staff merasa yakin bahwa yang dilakukannya sudah tepat dan benar.
  • Apabila teguran lisan dari manager tidak diindahkan oleh staff dan seorang staff tersebut tidak memperbaiki sikapnya, langkah berikutnya adalah seorang manager departemen akan melakukan koordinasi dengan manager HR untuk memberikan teguran tertulis atau surat peringatan sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP) yang berlaku di unit hotel. Surat peringatan dimaksudkan supaya staff tersebut serius dalam memperbaiki sikap atau keterampilannya dan tentunya untuk tujuan pembelajaran.
  • Bila ternyata setelah diberikan teguran perilaku staff berubah, maka berikan pujian atas hasil kerja yang dilakukan.

Dengan mengetahui cara memberikan teguran yang baik untuk staff, seorang manager pun tidak akan dicap sebagai manager yang tempramen atau galak. Staff pun tidak merasa menjadi terdakwa apabila melakukan kesalahan. Rasa kepercayaan seorang staff terhadap managernya pun menjadi besar, sehingga seorang manager akan lebih mudah melakukan koordinasi dan memanajemeni staff yang berada di bawahnya. Tentu saja ada tahapan-tahapan didalam memberikan teguran untuk staff yang harus diikuti oleh para manajer sesuai dengan Peraturan yang diterapkan di unit hotel tersebut.

Kontributor

Galih Satria Hutama

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id