Cara melakukan sales call yang baik

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hotelier.co.id-  Program kerja departemen sales and marketing hotel untuk menunjang penjualan kamar hotel selain Visiting adalah melakukan Sales call / sales on call.

Sales call / sales on call adalah suatu aktivitas penjualan dan promosi dengan menggunakan telepon sebagai alat komunikasi alias komunikasi non tatap muka. Dengan melakukan sales call, seorang staff departemen sales and marketing tidak harus keluar ruangan.

Sama seperti aktivitas sales visiting atau kunjungan, tidak semua sales call yang dilakukan oleh seorang staff sales and marketing selalu berjalan sesuai ekspektasi. Pernahkah anda merasa jengkel ketika menerima telepon di jam-jam sibuk dari seseorang  tak dikenal yang ujung-ujungnya menawarkan sebuah asuransi? Yap, seperti itulah kendala yang dialami oleh seorang sales and marketing hotel didalam melakukan sales call.

Tentu saja didalam melakukan sales call ada cara agar sales call berjalan dengan baik dan tetap mengedepankan etika dan nilai kesopanan. Apa saja cara-caranya?

  • Siapkan dulu database dari tamu hotel yang loyal

Target penerima sales call yang paling potensial adalah tamu hotel yang loyal. Ibaratnya tamu hotel yang loyal tersebut adalah sahabat karib anda, nah sekarang bayangkan andaikata anda menelepon sahabat karib anda bagaimana suasana dan alur komunikasinya?  Tentu saja sahabat karib yang anda hubungi lewat telepon akan dengan ramah menerima sambungan telepon anda dan komunikasi pun berjalan dengan sangat hangat dan sangat lancar selancar jalan tol hehehe.

Mengapa ada tamu hotel yang loyal? Karena mereka sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh hotel sehingga menjadi “nagih” untuk terus dan terus memakai jasa hotel tersebut. Jadi, saran penulis adalah jaga hubungan dengan tamu hotel yang sudah loyal terhadap unit hotel.

  • Siapkan juga database calon customer yang potensial

Database calon customer yang potensial bisa berasal dari rangkaian visiting atau kunjungan yang telah dilakukan oleh divisi sales and marketing, atau bisa juga berasal dari tamu yang pernah menginap ataupun menggunakan jasa pelayanan dari hotel sebelumnya. Tanpa database penerima telepon, seorang sales and marketing akan menggunakan sistem random dengan cara melihat nomor telepon dari buku tamu maupun internet untuk melakukan sales call sehingga tujuan dari sales call menjadi salah sasaran. Contohnya : apabila seorang sales tidak punya database dan asal comot nomor telepon yang ia dapatkan di dalam yellow page atau buku telepon, dan ternyata nomor tersebut sudah tidak aktif maka hanya akan menjadi pekerjaan yang sia-sia . Oleh karena itu, database tamu menjadi amunisi seorang sales untuk melakukan sales call.

  • Siapkan materi yang akan dipaparkan melalui sales call

Penulis yakin kalau untuk membuat lawan bicara menjadi tertarik saat melakukan percakapan, seorang staff sales and marketinglah ahlinya. Akan tetapi masih banyak ditemui seorang staff sales and marketing yang “belum tahu” apa yang mau dipromosikan ketika melakukan sales call sehingga ketika si penerima telepon bertanya untuk menggali informasi lebih dalam lagi mengenai penawaran tersebut si sales menjadi kelabakan dan tidak bisa menjawab atau bahkan yang lebih ekstrim adalah asal jawab “ Bisa pak…nanti saya yang atur untuk bapak”  supaya si penerima telepon menjadi tertarik terhadap promosi tersebut. Oleh sebab itu, alangkah baiknya sebelum melakukan sales call dipersiapkan dulu materi yang akan dipromosikan melalui percakapan telepon. Materi promosi biasanya sudah terlebih dahulu melalui screening pada saat meeting internal departemen sales and marketing dan kemudian akan dimatangkan pada morning briefing bersama General Manager.

  • Lihat waktu ketika akan melakukan sales call

Tentu saja seorang staff sales and marketing harus bisa memperkirakan kapan orang-orang sibuk, dan kapan orang-orang mulai senggang atau istilah gaulnya ” lihat sitkon (situasi dan kondisi)“. Jam- jam sibuk bagi pegawai kantor biasanya dimulai pukul 09:00 sampai menjelang makan siang. Nah, sales call bisa dilakukan ketika menjelang makan siang atau sekitar pukul 11 siang. Kalaupun sales call akan dilakukan pada sore hari, diharapkan melakukannya setelah pukul 3 sore ketika pegawai-pegawai mulai senggang dari kesibukannya.

  • Tetap fokus dan jangan terpancing emosi pada saat melakukan sales call

Feedback yang ditimbulkan dari sales call bisa bermacam-macam begitu pula dengan karakter si penerima telepon. Ada kalanya seorang sales berhadapan dengan penerima telepon yang berkarakter genit dan menggoda , ada kalanya juga berhadapan dengan penerima telepon yang berkarakter pemarah. Di dalam menghadapi karakter si penerima telepon ini diharapkan agar si sales tetap tenang dan tetap fokus ke tujuan dari melakukan sales call tersebut, apabila percakapan sudah tidak kondusif  maka jangan terpancing emosi, akhiri sambungan telepon dengan ramah dan baik.

Inti dari artikel ini adalah agar sales call berjalan dengan baik yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan data base si penerima telepon , pahami betul waktu sibuk dan waktu senggang secara umum, tetap fokus ke tujuan dari sales call dan tetap ramah apabila percakapan mengarah ke suasana yang tidak kondusif.

Jadi, selamat melakukan sales call… cari customer yang potensial bagi hotel dan tetap jaga hubungan baik dengan tamu yang sudah loyal terhadap unit hotel.

 

Salam jempolier

By Galih Satria Hutama

pelajari juga artikel dibawah ini

persiapan melakukan kunjungan promosi

cara mencari tamu hotel

tata cara telepon yang baik

 

 

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id