Business Plan Ala Petani

Hotelier.co.id – Bagi kita, sebagai hotelier, khususnya diposisi manajer, kata “Business Plan” sudah biasa kita dengar, namun bagaimana dengan pelaksanaannya?

Nah, dalam tulisan ini, saya akan mengupas tentang berbagai hal yang berhubungan dengan salah satu bagian dari Business Plan, khususnya dibagian pelatihan perhotelan.

Saya sering mendengar istilah “Ikutin aja apa yang akan terjadi seperti air mengalir”, kalau buat saya, pepatah itu saya balik menjadi “Saya akan atur kapan air itu akan dialirkan kemana, untuk siapa,  akan digunakan untuk apa saja dan akan membawa manfaat apa”.

Jika pola hidup kita berada pada pola“Mengikuti air mengalir” maka, kehidupan kita akan terombang- ambing oleh air tersebut. Namun, bila pola Anda adalah mengatur air dengan sebaik-baiknya, maka Anda tergolong kedalam orang-orang yang beruntung. Niscaya, keberhasilan sudah didepan mata. Loh kok bisa? dibawah ini rumusnya:

  • “kenyataan” dimulai dari “perencanaan”
  • “Perencanaan” merupakan “keinginan”
  • “Keinginan” bila diucapkan dan dilakukan secara terus menerus maka berarti Anda telah “Berdo’a” dan “berusaha”
  • Doa + Usaha = SUKSES

Nah, dengan rumus tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa perencanaan yang baik haruslah dilakukan dengan konsisten agar memperoleh hasil yang maksimal.

Dalam prakteknya “Business Plan” hanya tertuang dalam  sebatas budget, padahal business plan merupakan rangkuman atas semua aktifitas yang akan dilakukan tahun depan dan bertujuan untuk mendukung strategi hotel. Nah, setiap aktivitas yang dilakukan akan berkorelasi dengan investasi yang dapat dicantumkan kedalam budget tahunan dan investasi tersebut harus tepat sasaran dan terukur nilai Returnnya yang umumnya disebut sebagai Return on Training Investment (ROTI).

Disetiap pelatihan perhotelan yang saya lakukan, khususnya topik-topik kepemimpinan dan manajemen, saya selalu mengutarakan bahwa Pak Tani saja punya Business Plan dan menjalankannya secara konsisten, masak kita kalah!

Walaupun kebanyakan petani hidup didesa, namun bila Anda jeli, mereka sangat pandai dalam merencanakan dan menindaklanjutinya. Jika kita pelajari, mereka memiliki  dan menerapkan ilmu manajemen yang sangat baik

Sebagai contoh:

Mereka merencanakan kapan akan:

  • Mencangkul, berapa bayak area yg akan dicangkul, kapan akan dicangkul, sebarapa sering tanahnya akan dicangkul dalam setahun, Siapa yang akan melakukan, berapa harus membayar tenaga kerjanya
  • Mengairi sawah
  • Menanam Padi
  • Memberikan Pupuk
  • PANEN, siapa yang akan membeli, mau dijual kemana? Berapa potensi pendapatan yang akan diraih dan akan digunakan untuk kebutuhan apa saja.
  • Setelah PANEN PADI mau tanam apa?

Dari ilustrasi diatas, maka seorang PETANI sudah memiliki ANNUAL BUSINESS PLAN yang sudah otomatis ada dalam otaknya dan dijalankan secara berurutan dan konsisten. Sebagai hasilnya, mereka mampu memanen tanamannya, walaupun banyak parameter-paramater diluar dari perencanaan yang menghambat.

Lalu, apa hubungannya dengan Training Plan di hotel kita? Yang pasti dalam proses perencanaan pelatihan kita harus melihat dari beberapa sudut pandang dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan:

  • Kenapa Anda menginginkan pelatihan tersebut? Pertanyaan ini harus sudah terjawab dalam tahapan training need analysis
  • Apa yang ingin Anda raih dalam pelatihan tersebut? Apa hubungannya dengan strategi hotel Anda?
  • Siapa saja yang akan anda ikutkan dalam pelatihan tesebut?
  • Dimana, berapa lama, dan dengan cara apa pelatihan tersebut akan dilakukan?
  • Berapa biaya yang akan Anda keluarkan?
  • Siapa yang akan memberikan pelatihan?

Nah, dengan mampu menjawab struktur pertanyaan diatas maka Anda sudah dapat memulai business plan Anda untuk bagian Training & Development.

Selamat berkarya.

Kontributor: Ikin SOLIKIN