Bagaimana Menjadi “Magnet” Ketika Berkomunikasi

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id – Pernahkah anda merasa “diabaikan” ketika anda berada di dalam sebuah acara kumpul-kumpul seperti reuni sekolah, kerja kelompok, acara kantor, arisan, makan siang bersama teman-teman baru, menerima tamu ditempat kerja atau bahkan berbicara dengan klien?

Sementara itu, ada rekan anda yang jika anda perhatikan, di setiap kehadirannya itu seperti “magnet” yang mampu membuat orang tertarik dengan apa pun yang dia bicarakan. Sepertinya siapa pun yang berbicara dengannya, mereka selalu menikmati pembicaraan tersebut dan tidak bosan-bosan untuk bersama-sama dengan rekan anda.

Jika anda pernah merasa demikian, atau saat ini hal tersebut masih terjadi dengan diri anda, maka anda tidak perlu risau karena dalam tulisan ini akan saya paparkan cara yang mudah dan sederhana agar anda menjadi “magnet” pada setiap percakapan kapan pun dan dengan siapa pun yang mana hal ini akan menjadikan anda mempunyai kharisma, percaya diri dan menjadi orang yang selalu menyenangkan untuk diajak bicara.

Dengan mengacu kepada pelajaran Hipnotis yang saya pelajari, menjadi “magnet” adalah sebuah proses Hipnotis secara sadar yang telah terjadi dalam percakapan tersebut. Berikut 5 hal yang harus anda lakukan agar anda menjadi magnet dan secara sadar anda menghipnotis siapa pun lawan bicara anda.

1. Kontak Mata

Hal sederhana ini ternyata yang menjadi magnet terkuat didalam mengikat seseorang atau kelompok ketika kita sedang berbicara. Menjaga kontak mata, menunjukkan kepada lawan bicara kita bahwa kita menghormati dia dan menghargai dia secara pribadi serta menunjukkan bahwa kita tertarik dan senang berbicara dengan lawan bicara kita.

Kontak mata disini adalah kontak mata yang bersahabat, yaitu tatapan mata yang lembut dan bersahaja. Jika anda pada saat pembicaraan tersebut menjadi pusat perhatian banyak orang, maka anda harus menjaga kontak mata anda dengan semua orang yang anda ajak bicara.

2. Postur Tubuh Terbuka

Adalah postur tubuh yang rilek, tenang dan terbuka. Pastikan posisi tangan tidak bersidekap dengan lengan dan telapak tangan terbuka. Postur ini menunjukkan bahwa anda “membuka” pintu dan mengijinkan lawan bicara anda masuk dan dekat dengan anda. Disinilah kehangatan itu tercipta. Postur Tubuh Terbuka akan membuat lawan bicara anda merasa nyaman untuk berlama-lama bersama anda.

3. Expresi Wajah

Expresi wajah yang bersahaja, senyum yang tulus adalah hal berikutnya yang terpenting agar anda menjadi magnet bagi lawan biacara anda. Pastikan expresi wajah ini senada dengan apa yang anda ucapkan, sehingga lawan bicara anda akan ikut larut dalam cerita yang anda sampaikan. Tapi jangan terlalu berlebihan juga dalam mengexpresikan wajah anda karena akan terkesan mengada-ngada dan memberikan kesan aneh kepada lawan bicara.

4. Sebutkan Nama Lawan Bicara

Jika kita menambatkan perahu kita di tepi pantai, agar perahu tersebut tetap pada tempatnya dan tidak terbawa ombak, maka kita menggunakan jangkar sebagai pengikat perahu. Di dalam berkomunikasi, menyebutkan nama lawan bicara, terutama untuk lawan bicara yang baru dikenal, akan menjadi pengikat atau jangkar agar lawan bicara tetap fokus dengan kita. Selain itu, menyebutkan nama lawan bicara akan menjaga kedekatan hubungan dengan lawan bicara kita.

5. Menggunakan kata-kata yang spontan dan positif

Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah cerminan hati kita. Untuk menjadi “magnet”, kata-kata positif adalah kuncinya.Semakin positif yang kita bicarakan, semakin menambah semangat orang yang mendengarkan karena ternyata positif itu menular dan menambah energi. Berbagilah hal-hal yang menimbulkan semangat hidup baru, karena setiap orang selalu membutuhkan lawan bicara yang mempunyai energi yang positif.

Jadi, untuk menjadi “magnet” ketika kita berbicara dengan lawan bicara kita dan untuk menjalin hubungan positif, maka kita dapat menggunakan kontak mata yang bersahabat, menggunakan postur tubuh yang terbuka, menggunakan ekspresi wajah yang bersahaja, menggunakan nama mereka dan gunakan kata-kata yang positif dalam percakapan. Kelima faktor ini akan manjadi kunci agar kita lebih dekat dan bersahabat terhadap lawan bicara kita, kapanpun dan dimanapun, karena tanpa disadari oleh lawan bicara anda, sebenarnya anda telah meng-hipnotis lawan bicara anda untuk menyukai anda sebagai lawan bicaranya.

Selamat mencoba….

Kontributor:

Hendri Sentosa,CPHR,CHt
hendri.sentosa@gmail.com

IHLC.co.id

Baca Juga Artikel dibawah:

Cara berkualitas dalam menjawab pertanyaan tamu

Service Excellent Ala Pedagang Pisang 

3 Cara Menghadapi Karyawan yang Sulit diatur dan merasa senior

 

Like & Share

2 thoughts on “Bagaimana Menjadi “Magnet” Ketika Berkomunikasi

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id