Apakah Anda Karyawan Yang Loyal dan Kompeten?

Feel Free to share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

hotelier.co.id- Pada suatu sore, terjadi percakapan santai antara saya dan sahabat saya, salah seorang kepala bidang yang sangat strategis di sebuah sekolah tinggi negeri di Nusantara ini. Bahkan ada isu-isu yang dapat dipercaya bahwa sahabat saya ini sedang dicalonkan untuk menjadi direktur di sebuah politekhnik negeri di provinsi lain yang sedang berkembang pesat. Setelah mengabdi puluhan tahun di kampus tempat kami menimba ilmu, akhirnya sahabat saya ini memiliki kesempatan terbaiknya, sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.

Ada satu pertanyaan yang sederhana dari sahabat saya ini yang membutuhkan jawaban yang sederhana pula, namum mengandung arti yang dalam :…Bro…apa tantangan Human Resource di industry saat ini..?. Tanpa pikir panjang lagi, saya menjawab ada dua tantangan besar di industri saat ini, yaitu : LOYALITAS dan KOMPETENSI.

LOYAL :

Seiring berkembang pesatnya industri perhotelan di tanah air, mengakibatkan turn over karyawan hotel amat sangat dahsyat. Bongkar pasang team, terkesan sudah menjadi hal yang lumrah, kecepatan waktu seorang waiter untuk menjadi outlet manager, bisa dihitung dalam hitungan jari. Hanya dengan menjadi kutu loncat, seseorang dapat mencapai karir yang tinggi dalam waktu yang singkat. Tetapi dari sinilah masalahnya terjadi, perkembangan hotel ini menjadikan tingkat loyalitas semakin berkurang dan para karyawan yang berkarir dengan cepat, tidak memiliki kompetensi yang mumpuni yang sesuai dengan jabatan yang di emban nya.

Lalu apa yang salah dengan keadaan ini? Well….ada baiknya kita tidak buru-buru menyalahkan karyawan yang kutu loncat tadi, tetapi lebih mempertanyakan, ” mengapa mereka tidak loyal?”, bisa jadi mereka merasa perusahaan tempat mereka bekerja tidak begitu dapat dijadikan pijakan untuk meniti karir misalnya, atau mendapatkan ilmu yang lebih atau mungkin perusahaan lain memberikan benefit yang lebih dari apa yang mereka dapatkan atau mungkin juga manajemen perusahaan tempat mereka bekerja sekarang dianggap tidak profesional. Banyak hal yang menjadi alasan tentang loyalitas ini dan untuk melihat seberapa LOYAL karyawan itu terhadap perusahaannya, berikut ciri-ciri karyawan LOYAL yang sebenarnya :

1. Share : Karyawan loyal adalah karyawan yang selalu berbagi cerita tentang tempatnya bekerja dengan siapapun. Apapun program-program yang dibuat oleh perusahaan, dia selalu punya semangat untuk menceritakannya bahkan upload foto-foto selfie dan wefie pada saat berpartisipasi mengikuti program-program perusahaannya maupun pada saat dia bekerja.

2. Strive : Pekerja keras, pejuang tangguh. Didalam mengerjakan pekerjaannya, karyawan loyal tidak terpengaruh dengan lingkungannya, tapi justru memberikan pengaruh terhadap lingkungannya. Sesulit apapun pekerjaannya, dia tidak pantang menyerah dan selalu menemukam solusi untuk setiap masalah yang dihadapi. Memiliki motivasi yang tinggi, pembelajar yang hebat, selalu berkontribusi terhadap pekerjaannya dan jarang mengeluh. Karena perilakunya inilah, karyawan loyal mendapatkan penghargaan berupa karir yang gemilang.

3. Stay : Jika memakai hitungan jari, maka 10 jari tangan ini tidak cukup untuk dijadikan rujukan berapa tahun dia bekerja diperusahaannya. Berdedikasi tinggi, fokus kepada perkembangan karir bukan kepada uang, karena berprinsip uang itu mengikuti karir. Memiliki keyakinan kepada perusahaan bahwa perusahaannya akan membawa dia menuju kehidupan lebih baik setiap tahunnya.

Jadi karyawan loyal adalah mereka yang selalu memiliki energi untuk share hal-hal positif yang dibuat oleh hotelnya, memiliki energi tinggi untuk menuntaskan setiap daftar pekerjaan yang dimilikinya dan fokus untuk belajar dan mengembangkan karirnya pada hotel yang sama.

KOMPETENSI:

Dari puluhan hotel baru yang saya kunjungi, hampir semua General Managernya mengeluhkan hal yang sama : Head Department atau Manager yang tidak kompeten. Kembali ke awal tulisan ini tentang loyalitas, karena terlalu mudahnya karyawan berpindah ke tempat lain dan mendapatkan posisi yang “diberikan”, bukan karena kemampuannya menjalankan fungsi, tetapi  lebih kepada kemampuan si karyawan menjual dirinya atau perusahaan yang menerimanya tidak punya pilihan lain karena terburu-buru harus membuka hotel barunya dengan segera. Secama umum, selain ketersediaan sumber daya yang tidak mampu mengimbangi pertumbuhan pembangunan hotel, kemampuan perusahaan melakukan perekrutan yang baik dan benar pun menjadi salah satu penyebabnya tidak menempatkan orang di posisi seharusnya.

Untuk setiap posisi, ada 3 hal yang menyangkut kepada kompetensi. Ketiga hal ini yang harus dipenuhi oleh karyawan, apapun posisinya.

1. Attitude : Kontrol emosi adalah kunci sukses sebuah perilaku. Ini berhubungan dengan kemampuan bersikap secara dewasa didalam menghadapi situasi,  persoalan dan semangat untuk mengerjakan pekerjaannya lebih dari yang seharusnya. Attitude will lead you to your behaviour, your behaviour will lead you to your habit and your habit will crate a culture.

2. Skill : Bisa karena biasa. Sebuah keahlian akan menjadi luar biasa karena seringnya dilatih dan dikerjakan secara terus menerus. Seorang yang kompeten adalah yang mampu mengerjakan pekerjaan diposisinya minimal 98%, dimana 1 % sisanya adalah tergantung situasinya dan 1% sisa lainnya tergantung pada kehendak Allah.

3. Knowledge: Jadilah sumber informasi. Khususnya informasi tentang segala hal yang berhubungan posisi yang disandang. Bukan hanya sekedar tahu, atau pernah denger dari orang lain, tetapi benar-benar mengetahui Apa, Bagaimana dan Mengapanya dari sebuah pekerjaan yang kita kerjakan.

Pada akhirnya, Loyalitas dan Kompetensi ini menjadi ” Pekerjaan Rumah” bagi semua karyawan dan semua perusahaan. Dimana tugas karyawan adalah mengasah kompetensinya secara maksimal, lebih sadar diri akan kemampuan dengan tidak menjadi orang lain, jadi tidak keberatan posisi, berusaha agar setiap hari selalu lebih baik lagi dan lebih baik lagi.

Sedangkam untuk perusahaan, jika menginginkan para karyawannnya loyal, saat ini sudah harus mengedepankan konsep usaha yang mengaitkan visi dengan misi nya, yang didalam misinya harus memenuhi harapan dari karyawan, pelanggan dan pemilik perusahaan. Lakukan recruitment dengan baik dan benar dan jadilah perusahaan yang amat sangat menyenangkan untuk bekerja. Karena perusahaan akan berkembang pesat manakala setiap karyawannnya bekerja di tempat yang nyaman dan sangat menyukai pekerjaan dan lingkungam kerjanya..

Kontributor:

Hendri Sentosa

IHLC.co.id

Like & Share

Leave a Reply

error: Copyright by HOTELIER.CO.ID 2017. For non commercial purpose, please contact info@hotelier.co.id